Breaking News
Memuat breaking news...

Anggota DPRD Sumut Rudi Alfahri Rangkuti: Ciptakan Kampanye Sehat Dan Mendidik

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 28 September 2024 - 12.34 PM WIB
Anggota DPRD Sumut Rudi Alfahri Rangkuti: Ciptakan Kampanye Sehat Dan Mendidik
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Anggota DPRD Sumut Rudi Alfahri Rangkuti (foto) berharap kepada semua pasangan calon (paslon) Gubernur/Bupati maupun Walikota untuk menciptakan kampanye yang sehat dan mendidik.

"Ciptakan tema-tema kampanye yang sehat dan mendidik, jauhi saling sindir melalui pantun yang menimbulkan polemik, apalagi bernuansa SARA, agar Pilkada 2024 ini berkualitas dan demokratis," kata Rudi kepada Waspada di Medan, Jumat (27/9).

Anggota DPRD Sumut terpilih 2024-2029 Dapil Sumut 12 Binjai Langkat dari Partai Amanat Nasional (PAN), ini merespon telah dimulainya pelaksanaan kampanye Pilkada 2024 pada 25 September 2024 dan berakhir pada 23 November 2024.

Menurut Rudi, selama lebih kurang 53 hari berkampanye, semua paslon, termasuk di Sumut, sebagaimana diatur, adalah meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program untuk kesejahteraan masyarakat.

"Boboti masyarakat dengan pola pemikiran yang cerdas, berwawasan, dan menggugah semangat mereka untuk berpartisipasi dan memilih pemimpin mereka," katanya.

Rudi mengimbau hendaknya kampanye tetap dalam perspektif yang menyehatkan demokrasi dan mendidik masyarakat, agar ikut membangun bangsa dan negara.

Menjawab wartawan tentang dialog dan interaksi yang menyudutkan lawan, Rudi menandaskan, sebaiknya dapat dihindari, apalagi terkesan menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan (SARA), pribadi atau partai politik.

Rudi tidak dapat memungkiri kampanye selama 53 hari ini akan terasa hangat dan panas, khususnya di Pemilihan Gubsu, karena selain diisi dua paslon, yang salah satunya didukung partai gemuk, juga terjadi di masa transisi atau peralihan kepemimpinan.

"Inilah sebenarnya kesempatan kita untuk memanfaatkan momentum untuk menyuarakan dan menyoroti misalnya sumber daya alam termasuk pertambangan, yang belum terkelola maksimal," katanya.

Banyak yang hal yang perlu disoroti, begitu juga ajakan kepada masyarakat untuk memilih pemimpin bervisi-misikan kesejahteraan. "Ini jauh lebih memberi nuansa, ketimbang saling ejek dan sindir melalui pantun, yang terkesan membuang enerji," katanya.

Pilkada ini, kata Rudi, adalah ajang adu gagasan, bukan memperlihatkan siapa yang kuat dan lemah. "Kalah menang itu biasa, tetapi hendaknya tidak meninggalkan kesan dendam dan sakit hati," pungkasnya. (cpb)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement