Breaking News
Memuat breaking news...

Anggota DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga Desak Inspektorat Investigasi Dokumen Negara Bocor 

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 6 Mei 2023 - 8.39 AM WIB
Anggota DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga Desak Inspektorat Investigasi Dokumen Negara Bocor 
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada):  Anggota DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga (foto) mendesak meminta  Inspektorat Pemprovsu segera menginvestigasi khusus terkait dokumen negara yang sifat belum final telah dibocorkan, sehingga dapat merugikan seseorang atau kelompok dan instansi.

"Kita minta pemeriksaan khusus mengapa dokumen yang bersifat rahasia dan belum layak dipublikasikan bisa sampai ke ruang publik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan," kata Zeira kepada Waspada, di Medan, Jumat (5/5).

Politisi PKB itu merespon beredarnya dokumen Rincian Audit BPK tahun 2022 yang seolah-olah dikonotasikan adalah Laporan Harian Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) resmi yang diserahkan kepada DPRDSU dan Pemprovsu terkait anggaran Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) dan Kegiatan Reses.

Menyikapi tersebut di atas, Zeira mengaku prihatin karena selain telah menjadi konsumsi publik dan menimbulkan multitafsir, dapat merusak kredibilitas seseorang atau kelompok bahkan negara, dalam hal ini Pemprovsu.

"Untuk hal ini, saya terus terang bingung sekaligus kaget, karena surat-surat yang sifatnya sangat rahasia bisa begitu mudah diakses maupun diretas, sehingga menimbulkan konflik di ranah publik," ujarnya.

Terkait LHP BPK resmi yang diserahkan kepada DPRDSU dan Pemprovsu soal anggaran Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) dan Kegiatan Reses, dirinya kaget karena sifatnya belum final, tapi terlanjur diketahui melalui pemberitaan media.

"Bahkan orang-orang yang dituliskan dengan format inisial sudah patut menduga dirinya terkait di dalam laporan tersebut, padahal masih dalam proses penyelesaian," ujarnya, yang mengaku kaget ada inisial ZRS di laporan tersebut.

Terhadap masalah tersebut, Zeira khawatir dokumen yang masih sifat belum final jika menjadi konsumsi publik akan memunculkan persepsi yang jauh dari hal sebenarnya. Sehingga, jika terus berlangsung akan dapat digunakan membunuh karakter seseorang atau instansi.

"Bahkan dapat merugikan kredibiltas dan kepercayaan masyarakat kepada orang yang disangkakan tanpa data yang sesungguhnya, yang menjadi kesimpulan akhir dari instansi terkait," katanya.

Zeira mendesak inspektorat dan pihak terkait untuk menelusuri sistem dan penyebab terjadinya kebocoran  yang disebarkan tanpa hak, sehingga merugikan seseorang dan instansi, maka sebaiknya inspektorat melakukan tindakan hukum. (cpb)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement