Breaking News
Memuat breaking news...

Angin Segar Negosiasi Iran–AS, Harga Emas Menguat Di Atas US$4.800 per Ons

Redaksi
Redaksi
Rabu, 15 April 2026 - 9.18 AM WIB
Angin Segar Negosiasi Iran–AS, Harga Emas Menguat Di Atas US$4.800 per Ons
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Pasar keuangan global kembali mendapat sentimen positif seiring munculnya harapan lanjutan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat. Perkembangan ini mendorong penguatan harga emas dunia, di tengah penurunan harga minyak mentah dan dinamika nilai tukar rupiah.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan bahwa peluang dialog damai antara kedua negara menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar saat ini.

“Pasar merespons positif kemungkinan pembicaraan lanjutan antara Iran dan AS. Ini membuat harga minyak dunia turun ke kisaran US$92 hingga US$95 per barel, dan menjadi sentimen bagi penguatan harga emas,” ujar Gunawan, Rabu (15/4).

Pada perdagangan pagi, harga emas tercatat naik ke level US$4.836 per troy ons atau sekitar Rp2,67 juta per gram. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.

Menurut Gunawan, penguatan emas juga mencerminkan ekspektasi pasar terhadap potensi meredanya konflik.

“Investor kini menunggu hasil negosiasi sebagai dasar menentukan arah investasi selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terpantau relatif stabil namun cenderung melemah. Rupiah diperdagangkan di level Rp17.120 per dolar AS. Dalam beberapa waktu terakhir, tekanan terhadap rupiah meningkat meskipun terdapat indikasi pelemahan dolar AS, baik dari sisi indeks dolar maupun imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun.

“Pasar masih mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari konflik yang berkepanjangan, terutama terhadap fiskal dan stabilitas nilai tukar,” jelas Gunawan.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 7.750, sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham di kawasan Asia. Minimnya rilis data ekonomi pada hari ini membuat pergerakan IHSG lebih dipengaruhi oleh sentimen regional.

Namun demikian, Gunawan mengingatkan pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap potensi pembalikan arah. “Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor risiko utama yang bisa sewaktu-waktu menekan pasar,” pungkasnya. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement