Breaking News
Memuat breaking news...

Antropolog Politik Belanda Sebut Buzzer Telah Jadi Industri Di Indonesia

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 7.52 AM WIB
Antropolog Politik Belanda Sebut Buzzer Telah Jadi Industri Di Indonesia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Antropolog politik komparatif University of Amsterdam Ward Berenschot menyebut fenomena pendengung atau buzzer di dunia maya telah menjadi suatu industri di Indonesia.

"Kami sudah sekitar lima tahun melakukan riset tentang fenomena kejahatan siber di Indonesia," kata Ward saat workshop yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jumat (22/8).

Riset dilakukan dengan mewawancarai orang-orang dengan 'profesi' buzzer, mengerti bagaimana cara kerjanya, serta dari mana uang yang digunakan untuk membiayai berasal.

"Temuannya memang [buzzer] menjadi industri karena justru banyak elite politik, elite bisnis yang mendanai tentara siber tersebut untuk memengaruhi opini publik di media sosial," tambahnya.

Ia berharap agar hasil penelitian tersebut bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang fenomena buzzer. Menurutnya, pemerintah Indonesia juga harus membuat kebijakan untuk menghentikan fenomena tersebut.

"Pemilik suatu akun media sosial harus jujur ketika unggahannya dibayar, harus transparan," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor (Warek) IV Undip Semarang Wijayanto mengatakan, alasan penelitian tersebut dilakukan di Indonesia adalah karena negara ini menjadi salah satu pengguna media sosial terbesar. Adanya praktik pemilihan langsung juga jadi alasan.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, menurut dia, diperoleh kesimpulan tentang perlunya peningkatan literasi digital, etika politik, serta transparansi platform digital.

"Kita harus membantu memastikan ruang publik bebas dari kabar bohong dan tidak mudah dimanipulasi," katanya.(cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement