Breaking News
Memuat breaking news...

APPSINDO Milenial Kota Medan: Pedagang Benarkan Tolak Revitalisasi

Redaksi
Redaksi
Minggu, 6 Oktober 2024 - 3.28 PM WIB
APPSINDO Milenial Kota Medan: Pedagang Benarkan Tolak Revitalisasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada):  Ketua DPD Asosiasi Pedagang Psar Seluruh Indonesia {APPSINDO) Milenial Kota Medan, Dedi Harvisyahari, menegaskan bahwa para pedagang benar menolak revitalisasi Pusat Pasar Medan.

Hal itu dikatakan Dedi Harvisyahari kepada wartawan, Sabtu (5/10), merespon spanduk penolakan revitalisasi Pasar Pusat Pasar Medan berdiri dan terpasang di setiap sudut dan seputaran Pasar tradisional dalam naungan Pemko Medan c/q PUD Pasar Medan.

Terpasangnya beragam spanduk itu, menjawab keresahan dan kegelisahan ribuan pedagang yang secara tegas menolak rencana revitalisasi yang informasinya beredar di kalangan pedagang Pasar Pusat Pasar Medan.

Menyikapi hal itu, Dedi Harvisyahari membenarkan pemasangan spanduk penolakan revitalisasi secara tegas.

"Kami mengecam keras pernyataan Walikota Medan di laman media sosialnya, bahwa pedagang setuju adanya revitalisasi Pusat Pasar Medan, dan saya nyatakan itu hoaks, " tegas Dedi Harvisyahari didampingi Guntur Limbong pengurus Appsindo Sumut dan tokoh pedagang Pasar Pusat Pasar Medan.

Artinya, tidak ada persetujuan dan MoU/perjanjian yang dibuat pada saat rapat di kantor Walikota Medan, kenapa berani, menyatakan itu? " sesalnya.

"Kami tetap meminta pasar pusat pasar itu di renovasi/direhab bukan di revitalisasi, apalagi oleh investor, ya renovasi dengan anggaran Pemko Medan atau minta ke pemerintah pusat melalui kementerian PUPR yang selama ini bisa dia ( walikota ) minta untuk bangun fly over dan yang lainnya, masak untuk Pasar Pusat Pasar,, digandeng investor? Ini logikanya dimana? " tanya Dedi aneh.

Dijelaskannya, Pasar Aksara bisa dibangun oleh kementerian PUPR, kota tua bisa di renovasi oleh kementerian PUPR, kenapa pula Pasar Pusat Pasar harus dengan investor.

Diketahui sejak aksi pedagang di kantor Walikota Medan sehingga Dirut PUD Pasar Suwarno, SE , di non aktifkan, pedagang terus melakukan perlawanan terhadap wacana Pemko Medan untuk merevitalisasi Pasar Pusat Pasar Medan.

"Pemko Medan akan merugi bila Pasar ini dibangun oleh investor dan akan menghabisi ratusan karyawan PUD Pasar Medan sebagai BUMD Pemko Medan yang kehilangan potensi pendapatan yang paling besar dari 3000 lebih pedagang pemilik kios/stand.

Dedi Harvisyahari yang juga Presidium Garuda Merah Putih Community Sumatera Utara itu menyebutkan, kami tetap menolak revitalisasi Pasar Pusat Pasar dan merasa setuju, jika pasar ini direnovasi dan itu harga mati. (rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement