Breaking News
Memuat breaking news...

Armyn: Demokrat Sumut Harus Bangkit Menjelang Kepentingan Nasional 2029

Redaksi
Redaksi
Senin, 31 Agustus 2026 - 6.54 PM WIB
Armyn: Demokrat Sumut Harus Bangkit Menjelang Kepentingan Nasional 2029
Ketua Dewan Penasehat (Wanhat) DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, H. Armyn Simatupang. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Ketua Dewan Penasehat (Wanhat) DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, H. Armyn Simatupang, menegaskan Partai Demokrat Sumut harus mulai membangun kekuatan dan bangkit menghadapi kepentingan nasional 2029.

Menurut Armyn, target besar tersebut bukan hanya mengembalikan kejayaan Demokrat dalam Pemilihan Legislatif (Pileg), tetapi juga mengantarkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam kepentingan nasional 2029.

“Di tahun 2029 ada dua misi besar, yakni mengantarkan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di Pilpres dan mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Pemilihan Legislatif, baik DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten dan Kota,” kata Armyn dalam diskusi bersama wartawan di House of Brew, Jalan HM Jhoni, Medan, pekan lalu.

Anggota DPRD Sumut ini menilai Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY tengah membangun kembali kepercayaan publik dan menapaki jalan kebangkitan seperti pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurutnya, posisi Partai Demokrat dalam pemerintahan dan Koalisi Merah Putih, ditambah kinerja AHY sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan sejumlah kader Demokrat di kabinet, menjadi modal politik untuk memperkuat kembali kepercayaan masyarakat terhadap partai.

Armyn menilai karakter kepemimpinan AHY yang tenang, cerdas dan terukur memiliki kemiripan dengan SBY. Modal tersebut, katanya, harus diterjemahkan menjadi kerja politik yang nyata hingga ke tingkat akar rumput.

“Kepercayaan publik harus terus dijaga. Bukan hanya dirasakan oleh kader dan pengurus, tetapi harus benar-benar terlihat dari meningkatnya penerimaan masyarakat dan bergabungnya tokoh-tokoh potensial ke Partai Demokrat,” ujarnya.

Sumut Harus Jadi Barometer

Armyn menegaskan Sumatera Utara memiliki posisi strategis sebagai salah satu barometer politik nasional. Karena itu, tanda-tanda kebangkitan atau “Demokrat Reborn” harus mulai terlihat secara nyata di Sumut menjelang 2029.

Ia mengatakan antusiasme tokoh masyarakat, ulama, tokoh pemuda, aktivis perempuan dan berbagai elemen lainnya terhadap Partai Demokrat harus terus dibangun.

“Harus mulai terlihat antusiasme tokoh masyarakat, ulama, tokoh pemuda, aktivis perempuan dan elemen lainnya yang melirik serta membicarakan Partai Demokrat. Sebagian juga harus mulai dipublikasikan bergabung,” tegas Armyn.

Menurutnya, kebangkitan Demokrat tidak cukup hanya mengandalkan popularitas tokoh nasional. Mesin partai di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan harus bergerak dan kembali membangun kedekatan dengan masyarakat.

Ia juga mengingatkan seluruh kader agar tidak terlena dengan dinamika politik saat ini. Waktu menuju Pemilu 2029, kata dia, harus dimanfaatkan untuk melakukan konsolidasi internal, memperkuat struktur organisasi dan merebut kembali kepercayaan publik.

Musda Jadi Momentum Evaluasi

Armyn mengatakan target politik 2029 harus mulai diterjemahkan melalui penguatan organisasi di tingkat daerah. Karena itu, Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat se-Sumut yang akan digelar dalam waktu dekat menjadi momentum penting menentukan arah partai.

Ia meminta proses Musda dan Muscab tidak hanya berorientasi pada kepentingan figur atau kandidat tertentu, melainkan harus berpijak pada masa depan organisasi dan target kemenangan Demokrat.

“Peserta Musda dan Muscab harus memiliki landasan berpikir untuk masa depan partai, bukan sekadar masa depan individu calon yang didukung,” katanya.

Ia optimistis seluruh proses pemilihan kepemimpinan Demokrat di Sumut dapat berlangsung kondusif dan tetap mengakomodasi aspirasi kader di tingkat bawah.

Menurut Armyn, DPP Partai Demokrat memiliki instrumen yang cukup untuk mengevaluasi rekam jejak DPD maupun DPC selama lima tahun terakhir sebelum menetapkan kepemimpinan baru.

“DPP dipastikan memiliki instrumen yang cukup untuk mendeteksi dan mengevaluasi DPD maupun DPC berdasarkan rekam jejak lima tahun ini. Objektivitas harus menjadi landasan dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

Tolak Pemimpin “One Man Show”

Terkait sosok ideal Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Armyn menekankan pentingnya pemimpin yang mampu merangkul seluruh kader dan membangun kebersamaan.

Menurutnya, pemimpin Demokrat Sumut harus terbuka, mau turun langsung menyerap aspirasi kader serta melibatkan pengurus dalam setiap kebijakan organisasi.

“Bukan pemimpin yang menjalankan organisasi dengan pola one man show,” tegasnya.

Selain memiliki kemampuan kepemimpinan, Armyn juga menekankan pentingnya integritas. Ia menilai figur yang memimpin partai harus memiliki rekam jejak yang bersih dan tidak memiliki persoalan yang berpotensi menjadi beban politik bagi organisasi.

“Partai tidak boleh tersandera oleh persoalan figur. Karena itu, integritas dan rekam jejak harus menjadi pertimbangan penting,” katanya.

Armyn menyebut terdapat sejumlah figur yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin DPD Partai Demokrat Sumut dan membawa partai kembali meraih kejayaan. Namun, ia belum bersedia mengungkapkan nama.

Menurutnya, figur yang tepat nantinya harus mampu menyatukan kekuatan internal, membangun kembali kepercayaan publik dan menjadikan Sumatera Utara sebagai salah satu basis penting kebangkitan Partai Demokrat menuju pertarungan politik 2029. (id142)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement