Breaking News
Memuat breaking news...

Armyn Simatupang Apresiasi Upaya Presiden Prabowo Kembalikan Aset Negara

Redaksi
Redaksi
Jumat, 14 Agustus 2026 - 11.28 AM WIB
Armyn Simatupang Apresiasi Upaya Presiden Prabowo Kembalikan Aset Negara
Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Demokrat, Armyn Simatupang. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): – Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Demokrat, Armyn Simatupang, mengapresiasi capaian kinerja Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jumat (14/8/2026).

Armyn secara khusus menyoroti komitmen pemerintah dalam mengembalikan dan mengamankan berbagai aset strategis yang dinilai penting bagi kepentingan negara dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pidato tersebut, pemerintah menyampaikan keberhasilan menyelamatkan dan mengambil alih kembali lebih dari 1,2 juta hektare lahan perkebunan serta wilayah pertambangan strategis yang sebelumnya dikuasai secara ilegal. Menurut Armyn, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kedaulatan agraria sekaligus mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Selain aset berupa lahan, pemerintah juga disebut berhasil memulihkan aset keuangan negara senilai Rp145 triliun dari berbagai kasus hukum dan penyelewengan. Armyn menilai aset dan dana yang berhasil diselamatkan tersebut harus dikelola secara transparan dan diarahkan untuk kepentingan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional.

“Ini merupakan langkah yang patut diapresiasi. Aset negara yang berhasil dikembalikan harus benar-benar dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” ujar Armyn.

Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan (Dapil) Sumut 5 yang meliputi Asahan, Batubara dan Tanjungbalai itu juga menilai penguasaan kembali aset strategis, termasuk sektor energi dan industri, dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi persaingan ekonomi global.

Menurutnya, pengelolaan aset negara tidak cukup hanya berhenti pada proses pengembalian. Pemerintah pusat dan daerah perlu memastikan aset tersebut memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Karena itu, Armyn menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lembaga legislatif dalam mengawal pemanfaatan aset-aset tersebut. Ia menyatakan DPRD Sumatera Utara memiliki peran untuk turut mengawasi agar kebijakan yang bersumber dari pengelolaan aset negara benar-benar berdampak kepada masyarakat.

“Pengawasan harus diperkuat agar aset yang sudah berhasil dikembalikan tidak kembali dikuasai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Manfaatnya harus dirasakan masyarakat, terutama petani, nelayan dan kelompok masyarakat ekonomi kecil,” katanya.

Armyn menilai langkah pemerintah dalam menjaga aset dan kedaulatan ekonomi nasional sejalan dengan semangat kemerdekaan, yakni memastikan kekayaan bumi Indonesia dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Apresiasi tersebut disampaikan bertepatan dengan momentum Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, saat Presiden Prabowo memaparkan berbagai kebijakan dan strategi pemerintah dalam menghadapi tantangan nasional maupun dinamika geopolitik global.

Armyn berharap capaian di tingkat pemerintah pusat dapat terus dipertahankan dan diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan dampak nyata terhadap percepatan pembangunan di daerah, termasuk Provinsi Sumatera Utara.

“Harapannya, keberhasilan pemerintah pusat dalam menyelamatkan dan mengembalikan aset negara dapat menjadi kekuatan baru untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah,” pungkasnya. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement