Breaking News
Memuat breaking news...

Artis Jadi Jubir Untuk Memperoleh Sisi Daya Tarik Semata

Redaksi
Redaksi
Selasa, 15 November 2022 - 12.17 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Partai politik mulai menggaet kaum milenial dan artis menjadi juru bicara (jubir) partainya. Ada dua makna yang dapat menjelaskannya.

Pertama, pemilih milenial jumlahnya sangat besar dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024. partai mana yang dapat menggaet kaum milenial, partai tersebut berpeluang mendapatkan suara signifikan. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan memenangkan pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Hal itu sejalan dengan prinsip model konvergensi. Model ini menganggap ruang kehidupan yang sama para partisipan komunikasi dapat meningkatkan efektivitas komunikasi,ujar pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga dalam keterangan tertulisnya yang diterima waspada.id, Selasa (15/11/2022) di Jakarta.

Bila jubirnya dari milenial, kata Ritonga, maka ruang kehidupannya dengan sebagian besar calon pemilih akan relatif sama. Kesamaan ruang kehidupan berpeluang menghasilkan kesepahan diantara sesama peserta komunikasi.

Dengan adanya kesepahaman, Parpol berharap para milenial setidaknya tertarik pada partainya. Harapannya, melalui ketertarikan itu para milenial dapat memberi suara kepada partainya, tambahnya.

Kedua, lanjutbya, melalui jubir artis, Parpol berharap dapat meningkatkan daya tarik partainya. Kehadiran artis sebagai jubir, kaum milenial setidaknya akan menoleh partainya.

Hal itu terjadi karena sebagian masyarakat Indonesis masih pemilih emosional. Mereka tidak perlu substansi dari parpol, paparnya.

Karena itu, menurut mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini, jubir partai dianggap tidak perlu yang kredibel. Jubir seperti ini tentu lebih pas untuk pemilih yang rasional.

Jadi, pemilihan jubir dari artis semata untuk memperoleh sisi daya tariknya. Aspek ini memang pas untuk pemilih emosional, tandas M. Jamiluddin Ritonga. (J05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement