Breaking News
Memuat breaking news...

Aspal Berlubang Jalan Singkohor-Subulussalam Kembali Diperbaiki

Redaksi
Redaksi
Senin, 28 Maret 2022 - 3.14 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SINGKIL (Waspada): Jalan yang menghubungkan Singkohor dengan Subulussalam sudah kembali dilakukan perbaikan. Jalan tersebut sebelumnya sempat mengalami keretakan dan berlubang beberapa titik pasca selesai dikerjakan September 2021 lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) Erwin Syahputra kepada Waspada.id Senin (28/3) mengungkapkan, pihak rekanan telah melakukan perbaikan dan pengaspalan ulang jalan yang mengalami retak dan berlubang.

Dijelaskannya, sebelumnya proyek pengaspalan jalan dengan nama paket, Peningkatan Jalan Singkohor - Batas Kota Subulussalam, senilai Rp6.459.544.000, sudah selesai dikerjakan September 2021 lalu. Jalan tersebut juga masih dalam masa pemeliharaan.

“Saya sudah hubungi langsung rekanan, dan mereka langsung turun untuk identifikasi kelokasi setelah adanya informasi kerusakan. Dan saat ini jalan itu sudah selesai diperbaiki dan di aspal kembali pada 21 Maret 2022, kemarin. Mohon maaf saya lupa menginformasikan kembali,” ucap Erwin.

Erwin menjelaskan, proyek pekerjaan yang bersumber dana alokasi khusus (DAK) 2021, pengaspalan sepanjang sekitar 2.200 meter lebih ini mulai dikerjakan sesuai tanggal kontrak 22 Maret 2021 dan batas kontrak pekerjaan hingga 17 September 2021.

Pihak rekanan oleh PT Sari Bumi Prima telah melakukan perbaikan jalan, yakni tahap awal dengan melakukan cutting dan identifikasi. Selanjutnya sudah kembali di aspal dengan volume sekitar 4 ton, seminggu lalu, terang Erwin. (b25)

Jalan Singkohor batas kota Subulussalam setelah perbaikan pengaspalan 21 Maret 2022. Waspada/Ist

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement