Atasi Inflasi, Mendagri Minta Pemda Optimalkan BTT dan BansosAtasi Inflasi, Mendagri Minta Pemda Optimalkan BTT dan Bansos

JAKARTA (Waspada): Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Pemerintah Daerah (Pemda) mengoptimalkan Belanja Tak Terduga (BTT) dan Bantuan Sosial (Bansos) untuk mengendalikan inflasi.
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah yang digelar melalui video conference di Ruang Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (31/10/2022).
Di sisa dua bulan tahun anggaran, Tito meminta Pemda untuk mengoptimalkan anggaran BTT dan Bansos untuk segera direalisasikan. Upaya itu juga dilakukan untuk mengendalikan perekonomian agar tetap stabil di tengah ketidakpastian global.
Tito melanjutkan sejumlah Pemda diketahui telah merealisasikan BTT-nya dengan cukup baik. Daerah tersebut adalah Provinsi Papua Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Papua, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Sedangkan untuk daerah provinsi yang realisasi BTT-nya masih di bawah 2% per 28 Oktober 2022 adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Aceh, Sumatera Barat, Lampung, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kepulauan Riau, dan Bengkulu.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten/Kota memberikan perhatian terhadap realisasi BTT yang dinilai masih rendah di daerah Kabupaten Sukoharjo, Bengkulu Selatan, Indragiri Hulu, Kota Palembang, Palopo, Kupang, dan daerah lainnya yang memiliki nilai realisasi rendah.
Tak hanya itu, Tito juga menyoroti realisasi Bansos di seluruh Pemda sebagai upaya membantu masyarakat yang terdampak inflasi.
Tito membeberkan dari alokasi APBD Provinsi, Kabupaten/Kota se-Indonesia, jumlah alokasi anggaran Bansos sebesar Rp 12,032.97 triliun. Namun angka tersebut baru terealisasi sebesar 49,68% atau Rp 5,977.52 triliun per 28 Oktober 2022. Angka itu didapat dari realisasi di tingkat provinsi sebesar 52,55% atau Rp3,309.50 triliun, realisasi kabupaten 47,11% atau Rp2,165.56 triliun, dan realisasi di tingkat kota sebesar 44,18% atau Rp 502,46 miliar.
Diketahui, berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri per 28 Oktober 2022, jumlah alokasi anggaran BTT provinsi sebanyak Rp 4.732.17 triliun, tetapi baru terealisasi sebesar 12,49% atau Rp 590.87 miliar. Merujuk data yang sama, alokasi anggaran BTT tingkat kabupaten diketahui sebesar Rp 6,339.05 triliun, namun baru terealisasi 19,96% atau Rp 1,265.03 triliun. Sedangkan untuk alokasi BTT di tingkat kota yakni Rp 1,823.42 triliun dan baru terealisasi sebesar 17,12% atau Rp 312.22 miliar.(J02)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda