Breaking News
Memuat breaking news...

Atlet Panjat Tebing Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi Turki

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 4 April 2026 - 6.07 AM WIB
Atlet Panjat Tebing Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi Turki
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid dalam konferensi pers pelepasan tim panjat tebing Indonesia menuju Kualifikasi Asian Games 2026 di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/4/2026). Antara

BEKASI (Waspada.id): Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.

Yenny mengatakan bahwa tawaran tersebut telah dilontarkan pihak Turki yang menginginkan setidaknya tiga sampai lima atlet panjat tebing Indonesia untuk dinaturalisasi.

“Sebanyak-banyaknya kalau mereka mau. Mungkin bisa sampai tiga sampai atlet yang ditawarkan (naturalisasi-red),” kata Yenny Wahid dalam konferensi pers di Bekasi, Jumat (3/4).

Yenny bersyukur bahwa atlet Indonesia masih memilih untuk tetap membela Merah Putih meskipun telah diberikan tawaran yang cukup menggiurkan dari negara lain.

“Walaupun dengan tawaran yang sangat menggiurkan, gaji yang tinggi, dan kemudian kesempatan untuk bertanding di kejuaraan-kejuaraan Eropa, mereka tetap lebih bangga kalau berjuang untuk Merah Putih,” tutur Yenny.

Tim panjat tebing Indonesia memang kini tengah memasuki masa keemasan dengan proses regenerasi yang berjalan lancar.

Terlebih saat ini di pemusatan latihan nasional (pelatnas) terdapat komposisi yang cukup merata baik di nomor speed maupun lead dan boulder.

Terdekat tim Merah Putih akan bersaing dalam Kualifikasi Asian Games 2026 yang berlangsung di China mulai 9 April 2026.

Total sebanyak 16 atlet membela tim Merah Putih untuk merebut tiket otomatis menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, pada 19 September-4 Oktober 2026. (id08/ant)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement