Breaking News
Memuat breaking news...

Ayah Banting Anak Balitanya Hingga Tewas

Redaksi
Redaksi
Jumat, 29 April 2022 - 5.58 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Seorang ayah tega membanting anak perempuannya yang masih di bawah usia lima tahun (balita) ke lantai hingga tewas di Desa Tembung Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Kamis (28/4) malam.

Ayah sadis berinisial F ,31, kini ditahan di sel Sat Reskrim Polrestabes Medan.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fatir Mustafa ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (29/4) membenarkan peristiwa tersebut.

"Pelaku membanting anaknya (hingga meninggal dunia) disaksikan ibunya," ujar Kompol Fatir.
Informasi yang diperoleh di Kepolisian, pelaku berinisial F tega membanting anaknya yang berusia 3 tahun hanya karena kesal melihat korban muntah-muntah malam hari sehingga mengganggu tidurnya.
Akibat bantingan itu, korban berinisial R mengalami luka serius di sekujur tubuhnya.

Pihak keluarga korban bersama warga sempat melarikan sang anak ke rumah sakit terdekat namun malang nyawanya tidak tertolong.

Polisi yang mendapat informasi kejadian penganiayaan yang merenggut nyawa seorang amak seketika bergerak mengamankan sang ayah.
Dari hasil pemeriksaan, kata Kompol Fatir,
sang ayah berinisial F tega membanting korban hanya karena kesal waktu tidurnya terganggu oleh anaknya yang muntah-muntah.

"Sang ayah membanting anaknya karena terganggu waktu tidurnya karena anaknya muntah-muntah lalu membanting ke lantai sebanyak dua kali," ujarnya.

Kompol Fatir mengatakan korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun sesampainya di rumah sakit, korban menghembuskan nafas terakhirnya.

"Terhadap pelaku sudah kita melakukan penahanan," pungkas Fatir. (m27)

Ilustrasi

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement