Breaking News
Memuat breaking news...

Badan Otorita Danau Toba Harus Diberi Kewenangan Penuh

Redaksi
Redaksi
Rabu, 23 Februari 2022 - 1.08 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA ( Waspada): Badan Otoritas Danau Toba (BODT) dinilai belum optimal menjadikan Danau Toba sebagai Wisata Dunia. Menurut pengamat komunikasi politilk Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga ada tiga penyebab utamanya, yakni ; Pertama, ada dualisme dalam penanganan pariwisata di Danau Toba. Di satu sisi BODT merancang dan mendanai pariiwisata Danau Toba, di sisi lain delapan daerah tingkat dua di sekitar Danau Toba juga melakukan hal yang sama.

Kedua belah pihak melakukan hal yang sama berdasarkan sudut pandang masing-masing. Akibatnya perencanaan dan alokasi anggaran pariwisata Danau Toba tidak terintegrasi. Hal ini akan menjadi kendala dalam memajukan pariwisata Danau Toba, kata Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini menjawab Waspada saat diminta tanggapannya terkait usulan pemerhati dan pelaku pariwisata Ir Sanggam Hutapea, MM, yang meminta kewenangan
BODT diperkuat, Selasa (23/2/2022) .

Kedua, akibat kewenangan BODT yang terbatas, sehingga menyulitkan untuk berkoordinasi dengan delapan kepala daerah di sekitar Danau Toba. Karena itu, kewenangan BODT perlu diperluas dalam mengkoordinasikan perencanan dan alokasi anggaran pariwisata Danau Toba.

Dengan kewenangan ini diharapkan perencanaan dan alokasi anggaran pariwisata Danau Toba lebih terintegrasi, jelas M. Jamiluddin Ritonga.

Ketiga, Gubernur Sumatera Utara dan Kementerian Pariwisata harus menyatukan visi dan misi pengembangan Danau Toba menjadi tempat wisata dunia. Melalui cara ini BODT dan delapan kepala daerah di sekitar Danau Toba akan dapat merencanakan dan mengalokasikan anggaran sesuai visi dan misi yang sama.

Tanpa perbaikan tiga hal itu, tampaknya menjadikan Danau Toba sebagai tempat wisat dunia hanya khalayalan belaka. Jadi, tiga hal tersebut harus segera diatasi oleh semua pihak terkait, tukas M. Jamiluddin Ritonga. (J05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement