Breaking News
Memuat breaking news...

Badko HMI Kecam Perum Bolog Endapkan Beras Dan Minyak Kita

Redaksi
Redaksi
Selasa, 11 Agustus 2026 - 3.37 PM WIB
Badko HMI Kecam Perum Bolog  Endapkan Beras Dan Minyak Kita
Ketua Badko HMI Sumut M.Yusril Mahendra Butarbutar. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumut mengecam keras dugaan pengendapan stok beras dan Minyak Kita di gudang Perum Bulog Kantor Wilayah Sumut. Ketua Umum Badko HMI Sumut M. Yusril Mahendra Butarbutar meminta, Kepala Perum Bulog Kanwil Sumut dicopot dari jabatannya, apabila dugaan tersebut terbukti benar.

Ketua Badko HMI Sumut M.Yusril Mahendra Butarbutar (foto) mengatakan itu, Selasa (11/8). Dia mengomentari adanya dugaan pengendapan 52 ton beras dan 1,2 ton Minyak Kita.

Yusri Mahendra mengatakan, bila dugaan itu benar, maka perlu diambil tindakan tegas. Karena prilaku itu sangat mencederai masyarakat yang kini 'tercekik' dengan tidak stabilnya harga kedua komoditas tersebut. "Dugaan pengendapan 52 ton beras dan 1,2 ton Minyak Kita merupakan bentuk pembangkangan Bulog terhadap mandatnya sebagai penjaga ketahanan pangan nasional," katanya.

Yusril menilai, penahanan distribusi di saat harga pasar justru melonjak adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi dan berpotensi memperparah beban masyarakat sebagai konsumen.

"Kami meminta Bulog Sumut memberikan penjelasan secara terbuka terkait kondisi stok beras serta Minyak Kita yang dikelola. Masyarakat berhak mengetahui apakah stok yang tersedia telah didistribusikan sesuai kebutuhan, atau terdapat kendala lain yang menyebabkan beras belum tersalurkan," ujar Yusril.

Yusril menilai kejanggalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut tanpa penjelasan resmi. Bulog, kata dia, memikul tanggungjawab strategis menjaga ketersediaan pasokan, sekaligus stabilitas harga. Bila informasi soal pengelolaan stok pangan terus ditutup-tutupi, ruang spekulasi dan keresahan publik akan semakin lebar.

Yusri menegaskan, ketertutupan semacam ini justru mengarah pada kecurigaan bahwa ada permainan di balik lambannya distribusi. Sementara masyarakat di lapangan harus menanggung harga beras dan Minyak Kita yang terus naik.

Tak hanya menuntut copot jabatan,Yusril juga mendesak aparat pengawas dan instansi terkait segera turun tangan melakukan audit serta investigasi menyeluruh atas dugaan pengendapan ini. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan cadangan beras pemerintah dikelola sesuai ketentuan, bukan menjadi ladang kerugian baru bagi rakyat.

Yusri mengatakan, Badko HMI Sumut akan terus mengawal isu ini, hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban resmi dari Bulog Sumut. (id143)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement