Bakeout Resmikan Gerai Kedua Berkonsep Artisan Bakery di MedanBakeout Resmikan Gerai Kedua Berkonsep Artisan Bakery di Medan


Open house Bakeout secara resmi membuka gerai kedua berkonsep artisan bakery hadirkan produk berkualitas tinggi dengan komitmen full butter tanpa pengawet, di Jalan Ir. H. Juanda, Medan, bersama para awak media, Jumat (24/7). Waspada/Muhammad Faisal.
MEDAN (Waspada.id) : Bakeout secara resmi membuka gerai barunya di Jalan Ir. H. Juanda, Medan. Gerai yang telah beroperasi hampir dua bulan tersebut menggelar acara open house bersama para awak media, Jumat (24/7).
"Sebelum dipasarkan, kita tes dulu. Ingredient terpenting dari bakery adalah SDM. Kalau teman-teman mengikuti Bakeout dari dua tahun lalu, kita sudah banyak berinovasi," ujar Co-Founder Bakeout, Krisna Angkasa.
Krisna menjelaskan bahwa Bakeout dirintis sejak dua tahun lalu, yang mulanya berawal dari hobi membuat kue atau roti untuk penganan keluarga serta kecintaan mencicipi berbagai jajanan bakery dari pengalaman traveling ke luar negeri. Bersama sang istri, Joeana, mereka awalnya menjadi supplier untuk berbagai coffee shop sebelum akhirnya bertransformasi menjadi brand bakery mandiri yang bertujuan memajukan industri bakery di Medan.
"Challenge utama, bisa nggak setiap hari kita buat, maksimum dua hari. Kita push terus. Tujuannya, untuk menjaga kwalitas produk itu sendiri. Kalau dibandingkan produk luar negeri, produk kita nggak kalah baiknya," tegas Krisna mengenai komitmen menjaga kesegaran produk.
Ia menambahkan, Bakeout selalu mengedepankan produk fresh dengan tantangan terbesar berupa penjagaan kesegaran setiap hari serta batasan maksimal produksi dua hari.
Melalui langkah ini, manajemen berharap Bakeout tidak sekadar menjadi toko roti biasa, melainkan mampu melahirkan generasi baker yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
"DNA Bakeout memang fokus ke bakery yang baru kita realisasikan di sini," ungkap Owner Bakeout, Joeana.
Joeana menerangkan bahwa gerai di Jalan Juanda ini merupakan cabang kedua setelah gerai pertamanya di Multatuli yang bernama Bakeout Society (dengan varian campur seperti sarapan pagi), sekaligus gerai pertama yang secara khusus mengusung konsep bakery.
Tampil mengenakan celemek layaknya seorang baker, Joeana menyatakan kehadiran Bakeout bukan untuk bersaing dengan bakery lain di Medan, melainkan berfokus pada kualitas produk menggunakan full butter tanpa bahan pengawet maupun pengembang.
"Ini berawal dari kesukaan saya sendiri, berdasarkan pengalaman traveling ke luar negeri, lalu saya coba buat di Indonesia," kata Joeana menceritakan inspirasi awal pendirian bisnisnya.
Nama Bakeout sendiri terinspirasi dari karakter beruang bernama Bony yang menyukai proses memanggang roti dan mengkurasi bahan terbaik untuk tetangganya, dengan filosofi bahwa kegiatan memanggang dapat menyatukan banyak orang (bring people together).
Menyasar segmen pasar menengah ke atas (middle-up), gerai ini menawarkan berbagai produk spesial dengan harga yang kompetitif, seperti Brownies dan Boloban, serta menjaga komitmen kualitas meskipun bahan baku naik.
"Store bakery bisa tetap artisan walau cabangnya banyak. Yang perlu dijaga adalah passion dari chef-nya," tambah Chef Konsultan Bakeout, Kim Pangestu, yang memiliki rekam jejak pengalaman di Jakarta dan Australia.
Konsep artisan bakery yang diusung oleh Bakeout menonjolkan peran baker, teknik tradisional, proses manual (tangan), serta pemilihan bahan alami berkualitas tinggi untuk menghasilkan roti yang empuk secara alami. Melalui ketekunan para chef*l berpengalaman dan konsistensi proses pembuatan, Bakeout optimistis dapat terus meramaikan khazanah perkembangan industri bakery di Kota Medan.(id12)
































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda