Breaking News
Memuat breaking news...

Bangkit Setelah 12 Tahun, PD AIJ Sumut Targetkan Kembali Sumbang PAD

Redaksi
Redaksi
Selasa, 4 Agustus 2026 - 3.22 PM WIB
Bangkit Setelah 12 Tahun, PD AIJ Sumut Targetkan Kembali Sumbang PAD
Temu Pers bersama Perusahaan Daerah Aneka Industri dan Jasa (PD AIJ) Provinsi Sumatera Utara. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Setelah sekitar 12 tahun tidak memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Perusahaan Daerah (PD) Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Provinsi Sumatera Utara menargetkan kembali menyetor pendapatan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada 2026.

Target tersebut akan dicapai melalui optimalisasi pengelolaan aset daerah, penguatan bisnis percetakan dan periklanan, serta perluasan kerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan sektor swasta.

Direktur Utama PD AIJ Sumut, Swangro Lumbanbatu, mengatakan berdasarkan hasil evaluasi, perusahaan daerah tersebut belum memberikan kontribusi PAD kepada Pemprov Sumut selama kurang lebih 12 tahun. Karena itu, pihaknya melakukan berbagai pembenahan agar PD AIJ kembali menjadi perusahaan yang produktif dan mampu mendukung pembangunan daerah.

"Berdasarkan data yang kami cek sebelumnya, kurang lebih 12 tahun PD AIJ belum pernah berkontribusi memberikan PAD. Mudah-mudahan tahun ini dengan dukungan semua pihak, PD AIJ bisa menambah PAD Pemprov Sumut untuk masyarakat dan pembangunan Sumatera Utara," ujar Swangro pada konferensi pers yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, terdapat tiga fokus utama yang menjadi strategi perusahaan dalam meningkatkan pendapatan, yakni pengelolaan aset, percetakan, dan periklanan sebagai bisnis inti PD AIJ.

Saat ini PD AIJ mengelola 16 aset milik Pemprov Sumut yang sebelumnya kurang produktif, di antaranya pabrik es batu, pabrik batu bata, eks Bioskop Ria, serta sejumlah aset lainnya. Aset-aset tersebut kini dikerjasamakan dengan pihak kedua maupun pihak ketiga agar memberikan nilai ekonomi dan tidak lagi terbengkalai.

"Saat ini kita lakukan pengelolaan aset kepada pihak kedua dan ketiga agar dapat menghasilkan PAD. Kini pengelolaannya sudah berjalan baik dan aset-aset tersebut tidak terbengkalai lagi," katanya.

Di sektor percetakan, PD AIJ terus memperkuat kerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun kalangan swasta. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas pangsa pasar sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan.

"Kami berupaya agar PD AIJ semakin dikenal masyarakat. Kami berkomitmen menghasilkan PAD bagi Pemprov Sumut sesuai target, sesuai Perda dan pendapatan keuangan perusahaan," ujarnya.

Sementara pada sektor periklanan, PD AIJ tengah mengembangkan bisnis videotron yang dinilai memiliki potensi pendapatan lebih besar dibandingkan reklame dan baliho konvensional.

"Kalau reklame dan baliho pendapatannya relatif lebih lama karena menunggu satu hingga dua minggu. Sedangkan videotron, dalam durasi 10 sampai 15 detik sudah dapat menayangkan beberapa iklan dari konsumen," jelasnya.

Swangro optimistis target PAD dapat tercapai melalui penguatan pemasaran. Seluruh pegawai PD AIJ yang berjumlah sekitar 30 orang, termasuk dirinya, turut dilibatkan dalam memasarkan berbagai layanan perusahaan.

"Kita dorong pemasaran. Semua orang di PD AIJ, bahkan saya sendiri ikut memasarkan. Siapa yang punya jaringan, kita manfaatkan agar perusahaan semakin sehat. Kita juga berkolaborasi dengan OPD maupun swasta. Pembuatan bendera dan umbul-umbul yang ada di sekitar kita saat ini juga dicetak oleh PD AIJ," katanya.

Selain memburu proyek-proyek bernilai besar, PD AIJ juga tetap menerima pekerjaan percetakan dengan nilai kecil. Menurut Swangro, akumulasi pekerjaan tersebut tetap mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.

"Permintaan percetakan senilai Rp1 juta pun tetap kita ambil. Kalau dikumpulkan sedikit demi sedikit, lama-lama akan menjadi besar. Jangan hanya berangan-angan proyek besar, sementara pekerjaan kecil tidak diselesaikan," ujarnya.

Untuk memperluas pasar, tahun ini PD AIJ juga membagikan kalender, company profile, dan map perusahaan kepada 319 OPD serta berbagai perusahaan swasta sebagai bagian dari strategi promosi.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan meningkatnya minat sejumlah OPD dan perusahaan swasta menggunakan jasa percetakan PD AIJ.

"Kalau dari segi harga memang dibandingkan percetakan swasta kita sedikit lebih mahal karena harus membayar pajak. Namun kualitas hasil cetak tetap kita jaga. Di Sumatera Utara hanya ada empat mesin percetakan yang berkualitas dan salah satunya dimiliki PD AIJ," pungkas Swangro. (DISKOMINFO SUMUT)

:

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement