Breaking News
Memuat breaking news...

Baru Rampung, Talud Di Puskesmas Kuta Tinggi Sudah Retak

Redaksi
Redaksi
Rabu, 2 Oktober 2024 - 8.09 AM WIB
Baru Rampung, Talud Di Puskesmas Kuta Tinggi Sudah Retak
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

SINGKIL (Waspada): Meski baru 2 bulan selesai dikerjakan (rampung), namun pkerjaan pembangunan talud penahan tebing di Puskesmas Kuta Tinggi Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Aceh Singkil, kini telah retak dan rawan roboh.

Pantauan Waspada, Proyek Penunjukan Langsung (PL) dengan nama paket Lanjutan Pekerjaan Talud dan Timbunan Puskesmas Kuta Tinggi, yang menelan anggaran Rp163.040.000 bersumber anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) dikerjakan CV AJK, dikerjakan mulai 16 April dan selesai kontrak pekerjaan 14 Juli 2024.

Mirisnya, baru 2 bulan selesai masa pekerjaannya namun talud tersebut kini kondisinya sudah retak dan dikhawatirkan bakal roboh.

Sehingga diduga proyek tersebut dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan terindikasi menggunakan material yang tidak sesuai.

Kepala Puskesmas (Kapus) Kuta Tinggi, Putra Andalas Berutu yang dikonfirmasi Waspada, Selasa (1/10/2024) membenarkan jika talud yang baru dibangun tersebut kondisinya sudah retak. Jika tidak cepat diperbaiki atau dilakukan pemeliharaan dikhawatirkan bakal roboh dan kembali mengancam bangunan lainnya.

Terkait pelaksanaan proyek di Puskesmas tersebut, pihaknya hanya selaku penerima manfaat dan tidak terlibat dalam pelaksanaannya.

Dijelaskannya, proyek pembangunan talud sebelumnya dikerjakan pada 2022 lalu. Namun volumenya tidak cukup untuk menyelesaikan pengaman tebing Puskesmas.

Sehingga tahun 2024 ini kembali dikucurkan lagi anggaran PL untuk lanjutan pembangunannya.

"Dulu pada tahun 2022 sudah pernah dibangun, namun anggaran tidak cukup, pas di ukur volume tidak sampai, jadi pada tahun ini ada pokir dari dewan untuk melanjutkan pekerjaan talud yang inklud dengan penimbunan,” terang Putra.

Begitupun katanya, diperkirakan volume timbunan mencapai 200 kubik, sehingga karena tidak mencukupi, rekanan memanfaatkan timbunan sisa pekerjaan yang lama dan sisa bongkaran bangunan rumah dinas.

"Pekerjaannya baru awal April lalu, tapi memang sekarang sudah retak," ucapnya. (B25)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement