Breaking News
Memuat breaking news...

Bawaslu Launching Gampong Demokrasi

Redaksi
Redaksi
Rabu, 28 September 2022 - 9.12 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LANGSA (Waspada) : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melaunching dan menetapkan Gampong Demokrasi kepada Gampong Buket Meutuah, Kecamatan Langsa Timur, Rabu (28/9).

Pimpinan Panwaslih Aceh, Marini, MSi, yang juga Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubal, yang membuka secara resmi Gampong Demokrasi bahwa untuk Kota Langsa termasuk dalam 10 kab/kota yang ditetapkan sebagai Gampong Demokrasi.

"Dengan ditetapkan Gampong Buket Meutuah ini sebagai Gampong Demokrasi akan menjadi role model gampong di Aceh agar masyarakat partisipatif dalam Pemilu mendatang," ucapnya.

Bawaslu Aceh melauching dan menetapkan Gampong Demokrasi kepada Gampong Buket Meutuah, Kecamatan Langsa Timur, Rabu (28/9). Waspada/Rapian

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Langsa, diwakili oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Langsa, Drs. Zulhadisyah. S, MSP, mengatakan selamat dan sukses kepada Gampong Buket Meutuah terpilih sebagai Gampong Demokrasi pengawasan partisipatif di Kota Langsa tahun 2022.

"Mudah-mudahan antusiasme masyarakat untuk ikut terlibat menyukseskan pemilu serentak pada tahun 2024 dapat berjalan dengan baik dan maksimal, khususnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya proses pemilu yang langsung, bebas, jujur dan adil. Sehingga orang-orang yang terpilih nantinya dalam pemilu serentak, benar-benar pilihan dari masyarakat," ungkapnya.

Program launching Gampong Buket Meutuah sebagai Gampong Demokrasi pengawasan partisipatif ini merupakan salah satu terobosan baru yang dilakukan oleh Panwaslu Kota Langsa dalam rangka menyongsong Pemilu serentak Tahun 2024.

"Kita berharap semoga Gampong Buket Meutuah dapat menjadi contoh bagi gampong lainnya di Kota Langsa dan tidak tertutup kemungkinan Kota Langsa juga akan menjadi contoh bagi Kab/Kota lainnya di Aceh dalam proses pelaksanaan suksesi demokrasi yang jujur dan adil serta jalannya pengawasan partisipatif dari masyarakat," imbuhnya.

Pemko Langsa juga melihat bahwa tujuan dari program gampong Demokrasi ini adalah agar masyarakat dapat memahami cara demokrasi melalui sosialisasi serta edukasi pendidikan politik bagi masyarakat yang dimulai dari pemerintahan gampong, dengan adanya gampong demokrasi ini menjadi sesuatu hal yang baru yang dapat terus menerus diterapkan di masyarakat karena akan memberikan dampak positif.

Lalu, mempererat tali silaturahmi diantara semuanya dalam rangka membangun kesadaran baik personal maupun kolektif sehingga terbentuknya kesadaran sosial dalam menghadapi pemilu serentak pada tahun 2024 yang akan datang.

"Kami juga berharap agar terlibat penuh nantinya dalam pengawasan partisipatif pada pemilu serentak tahun 2022, Insya Allah melalui proses pemilu yang jujur dan adil, akan melahirkan pemimpin yang jujur dan adil pula," paparnya.

Geuchik Gampong Buket Meutuah, Yasir, sangat menyambut baik program Gampong Demokrasi yang dicanangkan oleh Panwaslih Kota Langsa dan siap mendukung kegiatan tersebut.

"Semoga dengan adanya Gampong Demokrasi di Buket Meutuah dapat memberi kontribusi pada pelaksanaan pemilu serentak yang akan datang sekaligus kami berharap dengan kegiatan ini dapat mecerdaskan masyarakat dalam mewujudkan Pemilu yang bermartabat, jujur dan demokratis," jelasnya.

Ketua Panwaslih Kota Langsa, Mohammad Khoiri, M.Pem.I, kiranya dengan penetapan Gampong Demokrasi bisa menggugah masyarakat lebih partisipatif dalam Pemilu dan juga fungsi pengawasan sehingga lahirlah Pemilu yang jujur, adil, bebas dan rahasia.

Hadir Panwaslih Kota, Riswandar, SE dan Agus Syahputra S.Sos.I. Kepala Bagian Pengawasan dan Humas Yudi Ferdiansyah Putra, S.STP, MSP dan lainnya. (crp).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement