Belajar Makeup, Perempuan Disabilitas Didorong Mandiri dan Berdaya Secara EkonomiBelajar Makeup, Perempuan Disabilitas Didorong Mandiri dan Berdaya Secara Ekonomi

JAKARTA (Waspada.id): Belajar merias wajah bukan sekadar soal tampil lebih menarik. Bagi sekitar 25 perempuan penyandang disabilitas, keterampilan makeup juga menjadi pintu untuk membangun kepercayaan diri sekaligus membuka peluang ekonomi.
Semangat itulah yang dibawa Program Studi S1 Kewirausahaan Universitas Terbuka (UT) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Penguatan Kemandirian Ekonomi Disabilitas melalui Pelatihan Makeup Profesional” di Sunyi Coffee, Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Dr. Maya Maria bersama perwakilan Instaperfect dan Sunyi Academy. Tim dosen PkM UT yang terlibat terdiri atas Sabna Ainazah, S.M., M.M.; Dr. Yanuar Trisnowati, S.E., M.M.; Muhammad Adam Sudaryanto, M.B.A.; dan Muhammad Karisma Alam, M.B.A.
Kegiatan yang digelar berkolaborasi dengan Yayasan Sunyi Harapan Indonesia (Sunyi Academy) dan Instaperfect tersebut secara khusus menyasar perempuan penyandang disabilitas, terutama tunarungu dan tuli.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai tata rias, tetapi juga langsung mempraktikkan berbagai teknik dasar makeup. Mulai dari mengaplikasikan foundation secara merata, membentuk alis, merias wajah secara mandiri, hingga memilih produk kecantikan yang sesuai dengan kebutuhan.
Suasana pelatihan dirancang agar peserta dapat mengikuti setiap tahapan secara interaktif. Untuk mendukung komunikasi antara instruktur dan peserta, UT turut menyediakan penerjemah sehingga materi dan praktik makeup dapat dipahami dengan lebih optimal.
Ketua Program Studi S1 Kewirausahaan UT, Dr. Maya Maria, S.E., M.M., mengatakan pemberdayaan perempuan penyandang disabilitas perlu dilakukan dengan memberikan kesempatan yang setara untuk memperoleh keterampilan yang dapat meningkatkan kemandirian.
Menurut dia, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan tidak seharusnya berhenti sebagai kemampuan personal. Jika terus dikembangkan, keahlian tersebut dapat menjadi modal untuk berkarya sekaligus memasuki dunia usaha.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap keterampilan makeup tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan diri, tetapi juga dapat menjadi bekal bagi teman-teman disabilitas untuk mengembangkan potensi diri, berkarya, dan membangun kemandirian ekonomi,” ujar Maya.
Pilihan terhadap keterampilan tata rias juga tidak terlepas dari peluang pengembangannya yang cukup fleksibel. Kemampuan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan personal maupun dikembangkan menjadi keahlian profesional, termasuk jasa makeup artist (MUA).
Dengan keterampilan yang terus diasah, peserta memiliki peluang untuk memasuki industri kecantikan, menawarkan jasa tata rias, maupun membangun usaha sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.
"Bagi UT, pendekatan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan inklusivitas yang lebih bermakna. Inklusivitas tidak hanya berarti memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk hadir dan berpartisipasi, tetapi juga memastikan mereka memperoleh akses terhadap pengetahuan, keterampilan, serta kesempatan untuk berkembang," imbuh Maya.
Kolaborasi perguruan tinggi, industri kecantikan, dan komunitas disabilitas menjadi penting karena pemberdayaan tidak cukup berhenti pada kegiatan pelatihan. Yang lebih penting adalah bagaimana keterampilan tersebut dapat menjadi modal bagi peserta untuk melihat dan mengembangkan potensi ekonominya.
"Sinergi UT, Instaperfect, dan Sunyi Academy diharapkan dapat memperluas ruang bagi perempuan penyandang disabilitas untuk berkarya dan berdaya. Keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri diharapkan menjadi salah satu jalan bagi peserta untuk memperkuat posisi mereka dalam ekosistem ekonomi kreatif," kata Maya.
"Pada akhirnya, pemberdayaan penyandang disabilitas bukan hanya tentang kesetaraan akses. Kesetaraan juga berarti membuka kesempatan yang nyata untuk memiliki keterampilan, menghasilkan karya, memperoleh pendapatan, dan membangun masa depan secara lebih mandiri," pungkasnya. (id11)





















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda