Breaking News
Memuat breaking news...

Berdampak Positif, Moderasi Beragama Terus Diperkuat

Redaksi
Redaksi
Selasa, 17 Oktober 2023 - 10.14 AM WIB
Berdampak Positif, Moderasi Beragama Terus Diperkuat
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Moderasi beragama memberi dampak positif dalam memperkuat kerukunan beragama dan toleransi di Indonesia.

"Moderasi beragama memberi dampak luar biasa bagi kerukunan antar umat beragama serta toleransi dalam merajut kebersamaan," ujar Dirjen Bimas Kristen, Kementerian Agama (Kemenag) Jeane Marie Tulung dalam acara Pagelaran Moderasi Beragama di Jakarta, Senin (16/10/2023) malam."

Jeane mengatakan, moderasi beragama adalah 1 dari 7 program utama Kementerian Agama (Kemenag), karena itu akan terus digaungkan di seluruh negeri. Apalagi, lanjutnya, saat Indonesia menghadapi tahun politik.

“Di tahun politik penting. Kami kuatkan terus bagi penyuluh dan ASN. Dengan dibekali pemahaman merawat bangsa dengan kerukunan beragama,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan terkait surat edaran (SE) Menag tentang penceramah di tempat ibadah, Jeane mengatakan bahwa penceramah di gereja harus diakui oleh gereja. Peran Sinode sebagai kontrol bagi para pendeta yang melakukan kotbah di geraja dan tempat lain, sangat penting.

“Sinode tahu pendeta yang melayani gereja. Dan Menag juga sudah imbau tidak berpolitik praktis di tempat ibadah termasuk di gereja,”tandasnya.

Hadir dalam acara Pagelaran Moderasi Beragama tersebut Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI, Eny Retno Yaqut, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama Prof Dr M Arskal Salim GP dan Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie.(J02)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement