Breaking News
Memuat breaking news...

BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga, Capital Inflow Bisa Jadi Penopang Rupiah

Redaksi
Redaksi
Selasa, 21 Juli 2026 - 9.18 AM WIB
BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga, Capital Inflow Bisa Jadi Penopang Rupiah
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Pasar keuangan diperkirakan bergerak terbatas menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Pelaku pasar kini menunggu keputusan penting terkait suku bunga acuan yang diproyeksikan naik menjadi 6%, sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan global.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menilai perdagangan hari ini masih akan berlangsung cenderung sideways karena minimnya sentimen ekonomi baru. Fokus investor sepenuhnya tertuju pada arah kebijakan moneter BI yang akan diumumkan besok.

"Jika Bank Indonesia benar-benar menaikkan suku bunga acuan menjadi 6 persen, maka rupiah berpeluang memperoleh amunisi baru untuk mempertahankan stabilitasnya, bahkan membuka peluang melanjutkan penguatan," ujar Gunawan, Selasa (21/7).

Menurutnya, kenaikan suku bunga akan meningkatkan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah, sehingga berpotensi menarik aliran modal asing (capital inflow) ke pasar obligasi maupun pasar saham Indonesia. Arus dana tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas pasar keuangan nasional di tengah ketidakpastian global.

Meski demikian, Gunawan mengingatkan bahwa kebijakan tersebut belum tentu langsung memberikan hasil maksimal. Pasalnya, tekanan inflasi global masih membayangi seiring kenaikan harga minyak mentah dunia yang berpotensi mendorong bank sentral di berbagai negara kembali memperketat kebijakan moneternya.

"Langkah BI lebih bersifat pre-emptive atau antisipatif untuk memitigasi potensi pelemahan rupiah ke depan. Namun tantangan eksternal masih cukup besar sehingga efektivitas kebijakan tetap akan dipengaruhi dinamika ekonomi global," jelasnya.

Pada perdagangan Selasa pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 6.273, meski mayoritas bursa saham Asia bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Sementara itu, nilai tukar rupiah diperdagangkan relatif stabil di kisaran Rp17.930 per dolar AS.

Gunawan memperkirakan pergerakan pasar masih terbatas hingga keputusan BI diumumkan. Rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.900–Rp17.970 per dolar AS, sedangkan IHSG diperkirakan berada di kisaran 6.200–6.290.

Di sisi lain, harga emas dunia terpantau stabil di sekitar US$4.023 per troy ons, atau setara sekitar Rp2,3 juta per gram. Sementara harga minyak mentah juga bergerak relatif stabil pada kisaran US$82–88 per barel, sehingga volatilitas pasar keuangan diperkirakan tetap terkendali dalam jangka pendek.

Keputusan BI mengenai arah suku bunga kini menjadi katalis utama yang akan menentukan arah pergerakan rupiah dan pasar modal Indonesia dalam beberapa hari ke depan. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement