Breaking News
Memuat breaking news...

BPKH Raih Prominent Awards 2026 atas Pengelolaan Dana Haji

Redaksi
Redaksi
Jumat, 25 September 2026 - 5.22 PM WIB
BPKH Raih Prominent Awards 2026 atas Pengelolaan Dana Haji
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah (tengah) dalam malam penganugerahan Prominent Awards 2026 yang digelar Metro TV bersama Salutee.id di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA(Waspada.id): Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meraih Prominent Awards 2026 kategori Excellence in National Hajj Fund Stewardship atas kinerja pengelolaan dana haji nasional.

Penghargaan tersebut diterima Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah dalam malam penganugerahan Prominent Awards 2026 yang digelar Metro TV bersama Salutee.id di Grand Studio Metro TV, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Penghargaan ini diberikan di tengah pertumbuhan dana kelolaan BPKH yang mencapai Rp180,72 triliun pada Desember 2025. Angka tersebut meningkat dari Rp142 triliun pada 2020, dengan pertumbuhan tahunan majemuk (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 7,03 persen.

Pertumbuhan dana kelolaan tersebut diikuti dengan optimalisasi nilai manfaat bagi jemaah. Sepanjang 2025, BPKH mencatat nilai manfaat sebesar Rp12,08 triliun yang digunakan untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji.

“Penghargaan ini menunjukkan keseriusan BPKH dalam mengelola keuangan haji secara aman, transparan, dan berintegritas. Kepercayaan jamaah merupakan amanah yang harus kami jaga melalui pengelolaan dana haji yang prudent, akuntabel, dan berorientasi pada keberlanjutan manfaat bagi jemaah,” ujar Fadlul.

Berdasarkan data BPKH, sekitar 97,83 persen dana kelolaan berasal dari setoran jamaah haji. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi BPKH untuk menerapkan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana.

Dari sisi kesehatan keuangan, BPKH mencatat rasio likuiditas sebesar 2,47 kali Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Sementara rasio solvabilitas tercatat 100,62 persen, yang menunjukkan aset BPKH lebih besar dibandingkan kewajibannya.

Akuntabilitas pengelolaan keuangan juga tercermin dari capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama delapan tahun berturut-turut.

Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, Prominent Awards 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaya” dan memberikan 33 penghargaan dalam lima klaster, yakni Koperasi, BUMD & Government; BUMN & Anak Usaha BUMN; Swasta; CSR, SDGs & Empowerment; serta Leadership.

BPKH menjadi salah satu penerima penghargaan dalam klaster Koperasi, BUMD & Government.

Penentuan penerima penghargaan dilakukan melalui proses penilaian oleh dewan juri lintas disiplin. Penilaian mencakup inovasi dan transformasi, kompetensi dan keunggulan, kontribusi dan dedikasi, dampak dan keberlanjutan, serta kepemimpinan transformasional.Proses penilaian meliputi pengumpulan data dan riset, peninjauan dan validasi, hingga pembahasan oleh dewan juri.

Melalui penghargaan tersebut, BPKH menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola dana haji dan mengoptimalkan nilai manfaat bagi jemaah dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, transparansi, serta keberlanjutan.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement