Buka Musrenbang Abdya, Wabup Zaman Akli Tekankan Prioritas Dan Kualitas RKPD 2027Buka Musrenbang Abdya, Wabup Zaman Akli Tekankan Prioritas Dan Kualitas RKPD 2027

BLANGPIDIE (Waspada.id): Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Zaman Akli, S.Sos., M.M., secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), tingkat Kabupaten, Rabu (15/4), di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) setempat.
Dalam arahannya, Zaman Akli menegaskan, Musrenbang merupakan forum strategis, untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah, sebagaimana diamanatkan dalam Qanun Nomor 11 Tahun 2025. “Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang penting untuk memastikan setiap usulan masyarakat benar-benar menjadi penggerak utama pembangunan hingga 2029,” tegasnya.
Ia mengingatkan, seluruh usulan yang tertuang dalam Kamus Usulan Aspirasi, harus mampu diterjemahkan menjadi program yang realistis dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Memasuki penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Zaman Akli menekankan tiga prinsip utama yang harus menjadi pegangan, yakni prioritas, kualitas, dan manfaat. “Setiap rupiah anggaran harus berorientasi pada hasil nyata. Infrastruktur harus mempermudah akses petani ke pasar, sementara sektor pertanian dan perikanan harus didorong melalui penerapan teknologi agar memberi nilai tambah,” tegasnya kembali.
Tema pembangunan RKPD 2027 lanjutnya, difokuskan pada peningkatan infrastruktur pendukung, pemberdayaan masyarakat, produktivitas sektor unggulan berbasis teknologi, serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkualitas dan berkeadilan.
Untuk mewujudkannya, pemerintah daerah menetapkan empat fokus utama, yakni penguatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, peningkatan produktivitas sektor unggulan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Zaman Akli juga mengungkapkan, dalam visi dan misi kepala daerah terdapat 51 aksi nyata yang ditargetkan rampung dalam lima tahun. Khusus tahun 2027, sejumlah proyek strategis akan dituntaskan, termasuk pembangunan pasar modern dan Mall Pelayanan Publik (MPP).
Selain itu, berbagai program unggulan tetap dilanjutkan, seperti pengembangan kopi, pemberian beasiswa, program Dokter Saweu Gampong, Peukong Agama, penguatan UMKM melalui fasilitasi Nomor Induk Berusaha (NIB), bantuan hibah sosial, hingga program Sajan bagi petani dan nelayan.
Di sisi pendanaan, Pemkab Abdya terus mengoptimalkan dukungan dari pemerintah pusat melalui APBN, sebagaimana capaian yang telah diraih pada tahun sebelumnya. “Tahun 2027 juga menjadi momen penting karena Abdya ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ Aceh ke-38. Ini membutuhkan dukungan semua pihak agar sukses sebagai penyelenggara sekaligus berprestasi,” katanya.
Ia turut menyoroti sejumlah tantangan pembangunan, mulai dari penurunan stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, hingga pengendalian inflasi daerah yang memerlukan kerja sama lintas sektor.
Menutup arahannya, Zaman Akli meminta seluruh kepala perangkat daerah memperkuat sinergi serta memastikan setiap program tetap sejalan dengan RPJMD.
Ia juga berharap dukungan Pemerintah Aceh, khususnya Bappeda Provinsi, agar usulan strategis Abdya dapat terakomodasi dalam APBA maupun Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2027. “Keberhasilan pembangunan Abdya sangat ditentukan oleh sinkronisasi program antara kabupaten, provinsi, dan pemerintah pusat,” pungkasnya.(id82)
























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda