Bukan Sekadar Tumbuh, Kadin: Ekonomi Sumut Naik Kelas dengan Tren Makin KuatBukan Sekadar Tumbuh, Kadin: Ekonomi Sumut Naik Kelas dengan Tren Makin Kuat

MEDAN, ( Waspada.id); Perekonomian Sumatera Utara menunjukkan tren perbaikan yang konsisten sepanjang paruh pertama 2026, seiring percepatan pertumbuhan dari triwulan ke triwulan setelah sempat melambat sepanjang 2025. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Firsal Dida Mutyara menyebut capaian ini sebagai pertanda ekonomi Sumut “naik kelas”, ditopang oleh perbaikan pertumbuhan, geliat investasi, serta struktur perekonomian yang tetap menjadi motor utama Pulau Sumatera.
Firsal Dida Mutyara, kepada media di Medan, Jumat (7/8/2026), menyatakan secara nasional pun ekonomi Indonesia bertumbuh dengan baik. “Secara logika itu artinya kita memberi pandangan dengan data logis. Hanya saja walau secara makro membaik, ada sedikit kekhawatiran terhadap kesenjangan pendapaan antar lapisan masyarakat. Kita tumbuh baik, tapi ketimpangan masih terjadi. Ini yang perlu disiasati,” katanya.
Khusus Sumut, menurutnya, kepemimpinan Gubsu Bobby Nasution progressnya sudah cukup baik. “Kita berada di track yang benar,” katanya. Jika dilihat berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, pertumbuhan ekonomi Sumut secara tahunan (year-on-year) sepanjang 2025 cenderung melandai dari triwulan ke triwulan: 4,67 persen pada triwulan I, 4,69 persen pada triwulan II, 4,55 persen pada triwulan III, hingga 4,23 persen pada triwulan IV, sehingga sepanjang tahun 2025 ekonomi Sumut hanya tumbuh 4,53 persen — lebih rendah dibanding capaian 2024 yang sebesar 5,03 persen. Namun tren ini berbalik arah memasuki 2026: pertumbuhan tercatat 4,98 persen pada triwulan I dan naik lagi menjadi 5,06 persen pada triwulan II, angka tertinggi Sumut dalam lima triwulan terakhir.
“Kalau kita lihat angkanya secara sederhana, ekonomi Sumut sepanjang 2025 itu seperti menarik napas, melambat pelan-pelan dari 4,6 persen ke 4,2 persen. Tapi begitu masuk 2026, arahnya berbalik dan terus menanjak sampai ke 5,06 persen di triwulan kedua. Inilah yang kami maksud Sumut naik kelas — bukan cuma tumbuh, tapi tumbuh dengan tren yang makin kuat,” kata Firsal.
Dia menjelaskan, dari sisi besaran produk domestik regional bruto (PDRB), perekonomian Sumut pada triwulan IV-2025 saja sudah mencapai Rp317,4 triliun atas dasar harga berlaku (atau setara Rp1.250 triliun per tahun), menegaskan posisi Sumut sebagai kontributor PDRB terbesar di Pulau Sumatera dengan andil sekitar 23 persen, di atas Riau dan Sumatera Selatan. “PDB atau PDRB itu ibarat ukuran baju perekonomian kita. Sumut ini terus jadi provinsi dengan ‘baju’ terbesar di Sumatera. Artinya kapasitas ekonomi kita memang besar, tinggal bagaimana pertumbuhannya kita jaga tetap kencang,” ujarnya.
Dari sisi investasi, Kadin Sumut turut menyoroti realisasi penanaman modal yang tercatat Rp13 triliun pada triwulan I-2026 (terdiri dari PMDN Rp7,7 triliun dan PMA Rp5,3 triliun), disusul realisasi sekitar Rp9,5 triliun pada triwulan II-2026, sehingga total investasi yang masuk ke Sumut pada semester pertama tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp22 triliun. “Investasi itu bahasa sederhananya adalah kepercayaan. Kalau uang masuk terus ke Sumut, itu tanda pelaku usaha percaya iklim di sini kondusif. Ini yang harus terus kita rawat bersama pemerintah daerah, terutama lewat kemudahan perizinan,” kata Firsal.
Bahkan Pemprov Sumut, menurutnya, sangat gencar mendorong investasi. “Kita baru dapat penanam modal dengan nilai spektakuler Rp1 triliun untuk satu project, dengan asumsi menampung langsung 1.000 tenaga kerja. Makanya kita di Sumut berkembang cukup baik. Pemprov mau memberikan insentif yang baik kepada investor yang nilainya besar dan merektur tenaga kerja cukup banyak,” jelasnya.
Di sisi lain, Firsal mengingatkan bahwa akselerasi pertumbuhan ini perlu diimbangi dengan pengendalian harga. BPS Sumut mencatat inflasi tahunan pada Juli 2026 sebesar 4,20 persen, naik dibanding 2,86 persen pada Juli 2025, dan berada di atas rata-rata inflasi nasional yang tercatat 2,88 persen pada periode yang sama. Kenaikan harga emas perhiasan, cabai, beras, dan bensin tercatat sebagai penyumbang utama. Meski begitu, secara bulanan inflasi Juli 2026 masih terjaga di level 0,19 persen.
“Pertumbuhan yang bagus itu harus dibarengi harga yang terkendali, supaya kenaikan pendapatan masyarakat tidak habis dimakan kenaikan harga. Inflasi kita di Juli ini di atas rata-rata nasional, terutama karena pangan dan emas. Ini jadi catatan yang harus kita kawal bersama Pemprov dan Bank Indonesia, jangan sampai jadi pengganjal pertumbuhan yang sudah mulai naik kelas ini,” ujarnya.
Firsal menambahkan, dunia usaha optimistis tren positif ini dapat berlanjut hingga akhir 2026, dengan syarat sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha terus diperkuat, terutama dalam mendorong hilirisasi produk unggulan daerah, memperlancar arus investasi, serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun. “Kadin akan terus mengawal agar momentum ini tidak berhenti di angka-angka triwulan saja, tapi benar-benar terasa sampai ke pelaku usaha kecil dan masyarakat,” pungkasnya.
Dia juga mengapresiasi langkah Gubernur Sumut dalam menyahuti layanan-layanan publik. Dalam beberapa kesempatan yang berhubungan dengan masyarakat, Gubsu Bobby turun langsung ke lapangan. Menurutnya, hal itu terlihat saat banjir besar melanda Medan beberapa waktu lalu, gubernur langsung turun menjumpai masyararakat.
Ketika Sumut padam bergilir, Gubsu juga langsung menanyakan ke PLN apa kompensasi yang bisa didapatkan warga. Begitu juga kelangkaan BBM yang terjadi beberapa waktu lalu langsung disahuti Gubsu dengan solusi. “Itu belum lagi dengan dengan peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan dan pembangunan infrastruktur. Coba saja yang kita dengar jalan rusak di Sipiongot itu sudah bertahun-tahun belum diaspal akhirnya difasilitasi Gubsu untuk dibangun,” jelasnya.
Firsal Dida Mutyara meyakinkan bahwa Gubsu memang akan sangat penduli dengan layanan publik sebagai prioritas pemerintahannya. “Jadi trend ekonomi kita cukup baik, layanan kepada warga Sumut pun berjalan. Momentun ini harus kita jaga secara berkesinambungan,” jelasnya.(id12)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda