Breaking News
Memuat breaking news...

Buku Zawiyah Cot Kala Dibedah Kampus STIT Ar Radlatul Hasanah

Redaksi
Redaksi
Selasa, 5 Desember 2023 - 9.35 PM WIB
Buku Zawiyah Cot Kala Dibedah Kampus STIT Ar Radlatul Hasanah
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Acara bedah buku Zawiyah Cot Kala: Sejarah Pendidikan Islam Yang Hilang Di Nusantara yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan Ar Raudlatul Hasanah di pondok pasantren Ar Raudlatul Hasanah, Medan Sumatera Utara, Medan (5/12). Waspada/ist

LANGSA (Waspada): Buku monemental berjudul Zawiyah Cot Kala: Sejarah Pendidikan Islam Yang Hilang Di Nusantara dibedah oleh pimpinan, para dosen dan mahasiswa (Mahasantri) Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan Ar Raudlatul Hasanah di pondok pasantren Ar Raudlatul Hasanah, Medan Sumatera Utara, Medan (5/12).

Penulis Buku Zawiyah Cot Kala, Assoc. Prof. Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA yang kerap disapa Doktor Emi kepada wartawan, Selasa (5/12) mengatakan, Zawiyah Cot Kala adalah universitas Islam pertama di Nusantara didirikan pada tahun 899 M di Pereulak. Setelah abad ke 16 ingatan publik Aceh dan Nusantara tidak lagi membicarakan Perguruan Tinggi Zawiyah Cot Kala.

"Kemudian, pada abad ke 20 M, Zawiyah Cot Kala dibicarakan kembali dalam Seminar Masuknya Islam di Nusantara," sebutnya.

Menurutnya, kontribusi Zawiyah Cot Kala begitu besar membangun peradaban nusantara, terutama sekali melahirkan generasi emas, pemimpin dan ulama besar, seperti Meurah Johan (Raja Aceh Pertama), Malik As Salih (Sultan Samudra Pasai), Syaykh Abdullah Kanaan (berdarah Palestina), Sunan Bonang, Sunan Giri dan Sunan Gunung Jati.

Dokter Emi yang juga Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Langsa menjelaskan, sanad ilmu dayah di Aceh berasal dari Zawiyah Cot Kala abad ke 9 M. Istilah Dayah diambil dari istilah Zawiyah.

"Bedah buku ini diadakan bersamaan dengan kegiatan silaturahmi antara STIT Ar Raudlatul Hasanah dengan FTIK IAIN Langsa yang dihadiri rombongan dari FTIK, Dr. Muhaini, Dr.Mazlan, M.Si, Dr. Junaidi, M.Pd. Dr. Muslem, MSI, Riza Fahmi, SE, Mahlil, M.Si, Muhajir, SE," tandasnya. (b13)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement