Breaking News
Memuat breaking news...

Bus Timnas Putri Iran Dikepung 200 Demonstran Di Piala Asia

Redaksi
Redaksi
Senin, 9 Maret 2026 - 8.41 PM WIB
Bus Timnas Putri Iran Dikepung 200 Demonstran Di Piala Asia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size


Timnas Putri Iran berpose sebelum laga melawan Korea Selatan. Reuters


SYDNEY (Waspada.id): Sekitar 200 demonstran mengepung bus Timnas Putri Iran selepas laga melawan Filipina di Piala Asia Wanita 2026 di Australia, Minggu (8/3).

Para demonstran, dilansir dari Daily Mail, disebut meneriakkan kata: bebaskan mereka. Ini dilakukan para suporter karena melihat tanda SOS tadi pemain Iran di dalam bus.

Hanya saja tidak ada bukti bahwa pemain Iran melakukan hal tersebut. Para demonstran juga datang secara terorganisir. Sebagian di antara mereka dikenal dalam komunitas Iran-Australia.

Bus yang digunakan para pemain dipukul-pukul, didorong, dan tak diperkenankan jalan. Pengunjuk rasa ini meminta para pemain dibebaskan setelah tampil di Piala Asia Wanita 2026.

Salah satu pengunjuk rasa terlihat membawa bendera Singa dan Matahari. Ini adalah bendera sebelum era Revolusi Islam pada 1979 dan kini jadi simbol perlawanan.

Demonstran itu, mengklaim salah satu pemain timnas putri Iran membuat simbol SOS di tangan. Pemain itu menyelipkan ibu jari ke telapak tangan dan melipat jari-jarinya ke bawah.

Dihadang ratusan demonstran, pemain timnas putri Iran hanya bisa merekam kejadian tersebut melalui telepon seluler. Ada juga yang memberikan tanda cinta atas aksi demonstran.

Polisi yang berada di lokasi, tak berbuat banyak. Mereka menyaksikan dengan saksama demonstrasi tersebut. Mereka tidak melakukan penghalauan sejauh berjalan aman.

Disebutkan pula bahwa para pemain timnas putri Iran ini dalam ancaman serius. Tidak hanya individu mereka, tetapi juga keluarga pemain. Diklaim bahwa pemain Iran tidak nyaman.

Itu terjadi setelah para pemain menolak menyanyikan lagu kebangsaan dalam pertandingan melawan Korea Selatan pada 2 Maret. Tidak ada penjelasan mengapa ini dilakukan.

Pada pertandingan selanjutnya, saat melawan Australia, pemain Iran bernyanyi lagu kebangsaan, tidak seperti sebelumnya. Tidak ada pula keterangan mengapa kali ini bernyanyi. (id08/cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement