Breaking News
Memuat breaking news...

Butuh Waktu dan Kolaborasi, Kebangkitan Wisata Aceh Tengah Masih Menanti

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 11 April 2026 - 8.08 PM WIB
Butuh Waktu dan Kolaborasi, Kebangkitan Wisata Aceh Tengah Masih Menanti
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TAKENGON (Waspada.id): Pukulan keras akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda beberapa waktu lalu, ternyata masih menyisakan dampak mendalam bagi sektor pariwisata Aceh Tengah. Meski kondisi alam mulai membaik, pemulihan kunjungan wisatawan dinilai belum signifikan dan masih jauh dari kondisi sebelum bencana.

Hal ini diakui langsung oleh para pelaku industri perhotelan. Menurut General Manager Dream Hill Villa Burtelege, Agus Eko, jumlah kunjungan wisatawan saat ini sangat jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bahkan terasa lebih berat dibandingkan masa pemulihan pasca-Covid-19.

"Kebangkitannya terasa belum begitu signifikan. Kunjungan wisata sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Padahal pasca-Covid dulu kondisinya jauh lebih baik," ujar Agus Eko, Sabtu (11/6/26).

Hal senada disampaikan Operational Manager Fairuz Hotel by Calandra Takengon, Miftah. Ia menilai butuh waktu panjang dan kerja sama semua elemen untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat agar kembali berkunjung ke Bumi Gayo.

Menata Kembali Harapan dan Kepercayaan

Saat ini, akses jalan menuju Takengon memang sudah bisa dilalui. Namun, cuaca yang masih tak menentu dan potensi hujan lebat kerap memunculkan kembali trauma serta kekhawatiran tersendiri bagi wisatawan luar daerah.

"Secara fisik jalan bisa dilalui, tapi saat cuaca hujan berkesinambungan, masih menimbulkan kekhawatiran bagi para tamu. Ini menjadi tantangan utama kami," jelas Miftah.

Keindahan dari Fairuz Hotel by Calandra Takengon.

Para pelaku usaha berharap, pemerintah dapat segera melakukan perbaikan infrastruktur secara menyeluruh. Sebab, Aceh Tengah merupakan destinasi unggulan kedua setelah Sabang yang menyumbang pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

"Kami berharap perbaikan akses jalan dan prasarana segera dilakukan. Ini sangat berdampak bagi kelangsungan usaha kami," tambahnya.

Pentingnya Narasi Positif

Tidak hanya soal fisik bangunan dan jalan, pemulihan psikologis masyarakat juga menjadi kunci. Para pengusaha berharap media dan publik turut menyampaikan informasi yang berimbang dan memotivasi, bukan justru membuat calon wisatawan semakin takut datang.

"Membangun kembali hal yang telah hancur memang tidak mudah. Mari bersama-sama menciptakan rasa aman dan nyaman. Posting serta beritakan hal-hal yang baik agar masyarakat luar bisa yakin berkunjung kembali," ujar mereka.

Meski berat, optimisme tetap ditanamkan. Kebangkitan Aceh Tengah diyakini akan terwujud, asalkan ada kolaborasi serius dan cepat antara pemerintah dan seluruh unsur masyarakat.

"Kami optimis semua akan kembali baik, namun kembali semua butuh waktu, dan kerjasama semua pihak," pungkasnya.***

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement