Breaking News
Memuat breaking news...

Cegah Perubahan Iklim, Indonesia Mulai Jualan Karbon

Redaksi
Redaksi
Rabu, 15 Januari 2025 - 11.50 AM WIB
Cegah Perubahan Iklim, Indonesia Mulai Jualan Karbon
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Indonesia semakin serius dalam mengatasi
perubahan iklim dengan meluncurkan sistem perdagangan karbon. Melalui
Peraturan Presiden No. 98/2021, pemerintah telah menetapkan mekanisme perdagangan karbon sebagai bagian dari Nilai Ekonomi Karbon (NEK), yang dikelola oleh Sistem Registrasi Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN
PPI).

"SRN PPI bertujuan untuk memastikan setiap tahapan perdagangan
karbon tercatat secara jelas dan transparan," ujar Menteri Lingkungan Hidup/ Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif
Faisol Nurofiq, Selasa (14/1/2025).


Sertifikat Pengurangan Emisi yang diterbitkan melalui sistem ini disebut SPEGRK (Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca). Sertifikat ini
menunjukkan bahwa suatu proyek telah berhasil mengurangi emisi gas rumah
kaca melalui proses yang telah terverifikasi, yaitu Pengukuran, Pelaporan dan Verifikasi (MRV).

"Setiap sertifikat yang diterbitkan akan dicatat dalam carbon registry di SRN PPI dan dapat diakses oleh publik, menciptakan pasar karbon
yang transparan," imbuh Hanif.


Ditambahkan Hanif, perdagangan karbon tidak hanya bertujuan untuk mengurangi dampak perubahan iklim, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia.

"Dengan perdagangan karbon, kami mengajak pelaku usaha dan masyarakat untuk ikut serta dalam pengurangan emisi
sambil memanfaatkan potensi ekonomi karbon yang ada," ujar Hanif.


Sebagai bagian dari inisiatif ini, Bursa Karbon yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mencatat transaksi karbon, baik di pasar domestik maupun internasional. Dalam hal ini, setiap transaksi karbon yang terjadi di pasar karbon akan tercatat dan dipantau di dalam SRN PPI.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement