Cerdas Cermat JKN Dorong Generasi Muda Melek Jaminan Kesehatan

JAKARTA (Waspada.id): BPJS Kesehatan mendorong penguatan literasi jaminan sosial sejak bangku sekolah dan perguruan tinggi. Upaya ini dinilai penting untuk membangun generasi muda yang memahami manfaat, mekanisme, sekaligus tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, mengatakan pendidikan merupakan ruang strategis untuk mengenalkan jaminan sosial sejak dini. Menurutnya, pemahaman tentang jaminan sosial tidak seharusnya baru diberikan ketika seseorang memasuki usia dewasa.
“Kalau kita ingin membangun keberlanjutan JKN, kita perlu memulainya dari hulu, yaitu pendidikan. Generasi muda perlu memahami bukan hanya apa manfaat JKN, tetapi juga bagaimana sistem jaminan sosial bekerja dan menjaga keberlangsungannya menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Vetty, Selasa (22/9/2026).
Vetty mengatakan penguatan literasi tersebut salah satunya dapat dilakukan melalui pengembangan Kurikulum Jaminan Sosial (KUR JAMSOS). Program ini diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan mengenai jaminan sosial, tetapi juga membentuk perilaku generasi muda agar mampu mengambil keputusan yang tepat dan ikut mendukung keberlangsungan sistem JKN.
“Literasi jaminan sosial tidak berhenti pada pengetahuan. Yang ingin dibangun adalah pemahaman yang kemudian mendorong perubahan perilaku. Ketika generasi muda memahami sistem jaminan sosial dengan baik, mereka diharapkan dapat mengambil keputusan yang tepat sekaligus menjadi sumber informasi yang benar bagi lingkungan sekitarnya,” kata Vetty.
Menurutnya, literasi jaminan sosial dapat diterapkan melalui berbagai pendekatan di lingkungan pendidikan, mulai dari kuliah umum, keterlibatan praktisi sebagai pengajar, pembekalan mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga integrasi materi jaminan sosial dalam pembelajaran.
Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah Lomba Cerdas Cermat BPJS Kesehatan yang melibatkan pelajar SMA/sederajat dan mahasiswa perguruan tinggi.
Kompetisi tersebut tidak hanya menguji pengetahuan peserta mengenai JKN dan BPJS Kesehatan. Para peserta juga diajak memahami berbagai persoalan jaminan kesehatan sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis, merespons informasi, dan bekerja sama dalam tim.
“Pelajar hari ini adalah bagian dari masyarakat yang akan menentukan keberlanjutan sistem jaminan sosial di masa depan. Karena itu, mereka perlu memiliki pemahaman yang baik sejak sekarang dan mampu membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujar Vetty.
Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, mengatakan edukasi kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan JKN. Menurutnya, konsistensi Lomba Cerdas Cermat yang digelar BPJS Kesehatan selama tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa literasi jaminan sosial dapat dibangun melalui pendekatan yang dekat dengan generasi muda.
“JKN hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan kesehatan. Namun kekuatan program ini juga ditentukan oleh pemahaman publik terhadap nilai yang menopangnya. Karena itu, sekolah dan perguruan tinggi mempunyai posisi penting sebagai mitra edukasi, agar generasi muda tidak hanya mengenal JKN, tetapi juga mampu menyampaikan informasi yang benar dan memahami tanggung jawab bersama dalam menjaganya,” tegas Stevanus.
Ia menambahkan, edukasi JKN perlu terus dikembangkan agar menjangkau lebih banyak generasi muda. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan edukasi, menurutnya, akan semakin bermakna apabila dibawa kembali ke sekolah, kampus, keluarga, dan lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Mahesa Paranadipa Maykel, mengatakan Lomba Cerdas Cermat BPJS Kesehatan menjadi salah satu sarana untuk membangun generasi yang memahami jaminan sosial secara lebih utuh.
Menurut Mahesa, masyarakat selama ini lebih sering mengenal JKN dari sisi kartu peserta, aplikasi, maupun layanan di fasilitas kesehatan. Padahal, di balik program tersebut terdapat prinsip gotong royong yang menjadi salah satu fondasi penyelenggaraan jaminan sosial.
“Karena itu, yang ingin dibangun bukan sekadar pengetahuan tentang apa itu JKN, tetapi pemahaman mengenai mengapa JKN harus dijaga keberlangsungannya. Generasi muda memiliki peran yang besar di masa depan, sehingga penting bagi mereka untuk memahami jaminan sosial sejak dini dan turut menjadi bagian dalam menjaga keberlanjutan JKN,” tegas Mahesa.
Pemenang Lomba Cerdas Cermat JKN 2026
Pada tingkat SMA/sederajat, juara pertama diraih SMA Negeri 3 Palu, disusul SMA Negeri 1 Giri Banyuwangi sebagai juara kedua dan SMA Negeri 1 Tanjung Jabung Timur sebagai juara ketiga.
Sementara tingkat perguruan tinggi, juara pertama diraih Politeknik Kesehatan Malang, juara kedua Politeknik Kesehatan Pontianak, dan juara ketiga Universitas Cenderawasih.
Untuk kategori Konten Perkenalan Tim Terbaik, penghargaan tingkat SMA/sederajat diraih SMA Negeri 3 Palu dan tingkat perguruan tinggi diraih Universitas Cenderawasih. Adapun kategori Yel-Yel Favorit masing-masing dimenangi SMA Negeri 3 Palu untuk tingkat SMA/sederajat dan Universitas Cenderawasih untuk tingkat perguruan tinggi.(id11)
















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda