Breaking News
Memuat breaking news...

CIA Ketahuan Ingin Pakai Milisi Kurdi untuk Recoki Iran dari Dalam

Redaksi
Redaksi
Kamis, 5 Maret 2026 - 9.01 AM WIB
CIA Ketahuan Ingin Pakai Milisi Kurdi untuk Recoki Iran dari Dalam
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dilaporkan sedang menyiapkan pasukan Kurdi dengan tujuan memicu pemberontakan di Iran dalam beberapa hari mendatang.

Milisi Kurdi diperkirakan akan mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan Israel, meski bentuk dukungan tersebut belum diungkap. Rencana ini muncul di tengah perang yang tengah berlangsung antara Iran vs AS-Israel yang telah berlangsung lima hari terakhir.

"Kami baru saja melakukan percakapan menarik dengan seorang pejabat senior Kurdi Iran yang mengatakan pasukan oposisi Kurdi Iran sedang mempersiapkan operasi darat di wilayah barat Iran dalam beberapa hari mendatang," ujar koresponden Internasional Utama CNN, Clarissa Ward.

"Mereka menunggu dukungan dari AS dan Israel sebagai bagian dari operasi ini, meski ia tidak memberikan rincian mengenai bentuk dukungan itu," tambah dia.

Ia juga menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump baru saja menelpon pimpinan salah satu partai oposisi Kurdi Iran hari ini.

Ward menyebut laporan terbaru dari rekannya, Natasha Bertrand, Alayna Treene, dan Zachary Cohen di Washington, yang menyatakan CIA sedang memasok senjata kepada pasukan Kurdi.

"CIA bekerja untuk memasok senjata kepada pasukan Kurdi dengan tujuan mendorong pemberontakan rakyat di Iran," ujar Ward.

Langkah ini dipandang penuh risiko dan kompleksitas. Pasukan Kurdi Iran beroperasi dari Kurdistan Irak, sementara pimpinan Kurdi Irak ingin tetap netral dalam konflik ini.

"Hubungan mereka dengan Turki dan Iran menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan," ujarnya.

Persiapan pasukan ini terjadi di tengah eskalasi konflik kawasan, setelah stasiun CIA di Kedutaan Besar AS di Arab Saudi terkena serangan drone yang diduga dilancarkan Iran.

Kedubes AS yang berada di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menjadi salah satu fasilitas Amerika yang terdampak dalam konflik ini.

Selain itu, Iran juga melakukan serangan balik setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas, pada Sabtu (28/2).

Teheran membalas serangan dengan menembakkan rudal dan drone ke Israel serta pangkalan dan kepentingan AS di beberapa negara Teluk.(cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement