Breaking News
Memuat breaking news...

Cicilan Harian Jadi Penyelamat, Mitra Gojek Kini Tak Khawatir Iuran JKN Menunggak

Redaksi
Redaksi
Kamis, 6 Agustus 2026 - 10.12 AM WIB
Cicilan Harian Jadi Penyelamat, Mitra Gojek Kini Tak Khawatir Iuran JKN Menunggak
BPJS Kesehatan meluncurkan Program NADI JKN sebagai solusi agar peserta, khususnya segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), Selasa (4/8/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Bagi Yusuf, penghasilan sebagai mitra pengemudi ojek daring tidak pernah sama setiap hari. Ada kalanya orderan ramai, namun tidak jarang pula sepi sehingga pendapatan ikut menurun. Dalam kondisi seperti itu, membayar iuran BPJS Kesehatan sekaligus setiap bulan kerap menjadi tantangan, padahal perlindungan kesehatan sangat dibutuhkan keluarganya.

Yusuf menanggung iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk empat orang, yakni dirinya, istri, dan dua anak. Total iuran yang harus dibayarkan mencapai sekitar Rp140 ribu setiap bulan.

Kini, melalui Program NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN), beban tersebut terasa jauh lebih ringan. Iuran dapat dicicil melalui potongan harian sekitar Rp17 ribu selama delapan hari sehingga tidak lagi memberatkan keuangan keluarga.

"Kalau langsung bayar sekaligus memang terasa berat. Dengan potongan harian seperti ini jauh lebih ringan karena mengikuti penghasilan kami yang juga diterima setiap hari," ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Sadiman. Sebagai kepala keluarga dengan lima orang tanggungan, ia harus menyiapkan sekitar Rp175 ribu setiap bulan untuk membayar iuran JKN. Baginya, mencicil jauh lebih realistis dibanding harus membayar sekaligus saat tanggal jatuh tempo.

"Kalau diangsur lebih ringan. Bisa sekitar Rp35 ribu sehari selama seminggu atau memilih cicilan harian selama 20 hari. Benar-benar terjangkau," katanya.

Sadiman mengaku sudah merasakan langsung manfaat menjadi peserta JKN. Saat sakit, biaya pengobatan dapat ditanggung BPJS Kesehatan. Saat ini pun ia sedang menunggu antrean untuk menjalani pencabutan gigi.

"Kalau cabut gigi bayar sendiri bisa ratusan ribu. Saya tentu tidak sanggup. Karena itu BPJS Kesehatan sangat membantu," ujarnya.

Kisah Yusuf dan Sadiman menjadi gambaran tantangan yang dihadapi jutaan pekerja sektor informal di Indonesia. Penghasilan yang tidak menentu membuat mereka sering kesulitan menyisihkan uang dalam jumlah besar sekaligus, meski memiliki keinginan untuk tetap menjaga kepesertaan JKN tetap aktif.

Bagi Yusuf dan Sadiman, program ini bukan sekadar cara baru membayar iuran, melainkan jaminan agar keluarga tetap terlindungi ketika risiko kesehatan datang tanpa diduga. Sebab, bagi pekerja harian dengan penghasilan yang tidak pasti, sakit bukan hanya soal kondisi fisik, tetapi juga ancaman terhadap keberlangsungan ekonomi keluarga.

Melihat kondisi tersebut, BPJS Kesehatan meluncurkan Program NADI JKN sebagai solusi agar peserta, khususnya segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), dapat menyiapkan pembayaran iuran secara bertahap sesuai kemampuan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan NADI JKN merupakan strategi retensi dan reaktivasi peserta agar perlindungan kesehatan masyarakat tetap terjaga. Hingga 30 Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 98,60 persen penduduk Indonesia. Namun, tingkat keaktifan peserta baru sekitar 80,25 persen.

Menurut Prihati, masih terdapat sekitar 54 juta peserta yang tidak aktif membayar iuran. Karena itu, program cicilan iuran menjadi salah satu solusi agar masyarakat tidak kehilangan perlindungan kesehatan hanya karena kesulitan membayar iuran sekaligus.

"NADI JKN menjadi sarana bagi peserta untuk mempersiapkan pembayaran iuran secara lebih ringan dan terencana sehingga kepesertaan tetap aktif," ujarnya dalam acara peluncuran NADI JKN di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Pada tahap awal, BPJS Kesehatan menggandeng PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk melalui skema potongan harian (daily deduct engine) yang memungkinkan mitra pengemudi menyisihkan sebagian penghasilannya setiap hari hingga terkumpul untuk membayar iuran JKN. Selain itu, program juga dikembangkan melalui koperasi, BUMDes, dan berbagai lembaga masyarakat agar dapat menjangkau lebih banyak pekerja informal di berbagai daerah.

Chief of Public Affairs PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Dyan Shinto Eko Nugroho, mengatakan skema tersebut dirancang mengikuti pola pendapatan mitra yang diterima setiap hari. Hingga kini, sebanyak 3.147 mitra Gojek di luar desil 1-5 telah menjadi peserta BPJS Kesehatan sehingga mereka beserta keluarganya memiliki perlindungan terhadap risiko biaya kesehatan yang tidak terduga.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, turut mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, skema cicilan memberi kesempatan bagi masyarakat, khususnya pekerja informal dan pelaku UMKM, untuk tetap menjaga kepesertaan JKN tanpa terbebani pembayaran sekaligus.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement