Cipayung Plus Sumatera Utara Gelar Rapat Rakyat Melawan Narkoba, Libatkan 500 Mahasiswa Dan PelajarCipayung Plus Sumatera Utara Gelar Rapat Rakyat Melawan Narkoba, Libatkan 500 Mahasiswa Dan Pelajar

MEDAN (Waspada.id): Organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus Sumatera Utara menggelar Rapat Rakyat Melawan Narkoba sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan siswa SMA dari Kota Medan.
Forum ini diinisiasi oleh Aliansi Cipayung Plus Sumatera Utara yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
Dalam rapat rakyat tersebut, peserta menegaskan bahwa persoalan narkoba telah berkembang menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Peredaran narkotika dinilai tidak lagi menyasar kelompok tertentu, tetapi telah memasuki lingkungan pendidikan, permukiman, hingga ruang-ruang sosial yang melibatkan remaja dan mahasiswa.
Melalui forum tersebut, Cipayung Plus Sumatera Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun gerakan bersama melawan narkoba. Upaya pemberantasan dinilai tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga memerlukan penguatan pendidikan, pencegahan, pengawasan masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil.
Perwakilan Cipayung Plus Sumatera Utara menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari gerakan serius dan berkelanjutan untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.
Cipayung Plus Sumatera Utara mencanangkan kampanye akbar "Perang Total Melawan Narkoba" sebagai gerakan moral dan sosial yang akan terus dikonsolidasikan di berbagai daerah di Sumatera Utara.
"Perang melawan narkoba tidak boleh berhenti pada slogan. Ini adalah gerakan rakyat yang serius untuk menyelamatkan masa depan bangsa. Seluruh elemen masyarakat harus bersatu, tidak memberikan sedikit pun ruang bagi jaringan peredaran narkoba. Kami menyatakan perang total terhadap narkoba demi melindungi generasi muda Sumatera Utara," tegas Cipayung Plus Sumatera Utara.
Rapat rakyat menghasilkan sejumlah poin sikap, di antaranya mendorong penguatan edukasi bahaya narkoba di sekolah dan perguruan tinggi, memperluas kampanye pencegahan di tingkat masyarakat, memperkuat pengawasan terhadap wilayah yang rawan peredaran narkotika, serta mengajak seluruh pemuda untuk aktif menjadi bagian dari gerakan penyelamatan generasi bangsa dari ancaman narkoba.
Kegiatan yang berlangsung pada 7 Agustus 2026 ini menjadi momentum konsolidasi lintas organisasi kepemudaan di Sumatera Utara.
Dengan melibatkan sekitar 500 mahasiswa dan pelajar SMA, Cipayung Plus Sumatera Utara berharap gerakan Kampanye Akbar Perang Total Melawan Narkoba dapat terus berlanjut melalui aksi-aksi edukatif, advokasi kebijakan, pengawasan publik, serta kolaborasi nyata dalam mendukung pemberantasan narkotika di Sumatera Utara. (wsp.id)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda