Breaking News
Memuat breaking news...

Cuaca Ekstrim, Batuk, Flu Dan ISPA Meningkat Di Medan

Redaksi
Redaksi
Senin, 6 Mei 2024 - 4.20 PM WIB
Cuaca Ekstrim, Batuk, Flu Dan ISPA Meningkat Di Medan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Cuaca panas yang melanda kota Medan akhir - akhir ini menyebabkan banyak penyakit seperti Batuk, Flu dan Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) menyerang berbagai usia.

Hari ini Senin (6/5) cuaca panas di kota Medan tercatat 34 derajat celcius di siang hari.

Kepala Puskesmas Bestari, Dr Mayer Remora mengatakan setiap hari rata-rata pasien yang datang ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) 7 hingga 8 orang.

"Flu dan batuk rata - rata ada pasien masuk 7 sampai 8 orang. Biasanya yang sakit itu anak -anak yaa, jadi kita kasih obat biasanya 4 hari sembuh," ucapnya, Senin (6/5).

Dikatakannya juga ada 2 (dua) kasus tinggal menunggu hasil, karena batuk sudah 2 minggu tak kunjung sembuh dan bukan batuk biasa.

"Kemarin ada anak - anak datang, kasus flu dan batuk 2 minggu tinggal nunggu pembuktian karena dibarengi dengan keringatan tiap malam, lalu di skrinning, tinggal nunggu hasilnya," jelasnya.

Sementara itu,
Kepala Puskesmas Helvetia Dr. Heva Sinaga mengimbau kepada masyarakat kota Medan agar menjaga kesehatan, banyak konsumsi air putih.

"Jaga kesehatan, banyak minum air putih dan kurangi kontak fisik dengan penderita. Jaga imunitas itu penting, gunakan masker saat berada diluar ruangan," ungkapnya.

Dikatakanya, cuaca sangat ekstrim banyak makan bergizi, vitamin, minum air putih dan istirahat yang cukup.

Vitamin D dan C sangat baik di konsumsi disaat cuaca begini. Buat yang sudah sakit batuk dan flu sebaiknya menggunakan masker agar tidak menular ke orang sekitarnya.(cbud)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement