Breaking News
Memuat breaking news...

Daftar Pelayanan Yang Ditanggung BPJS Kes Masih Mengacu Perpres 82 Tahun 2018

Redaksi
Redaksi
Senin, 29 Januari 2024 - 7.18 PM WIB
Daftar Pelayanan Yang Ditanggung BPJS Kes Masih Mengacu Perpres 82 Tahun 2018
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Daftar pelayanan yang ditanggung dan tidak ditanggung BPJS Kesehatan sampai saat ini masih mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) 82 tahun 2018. Hal ini dikatakan, Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Rahman Cahyo di Medan pada Senin (29/1).

Cahyo mengatakan setelah pihaknya berkoordinasi dengan bidang pelayanan, bahwa penyakit yang ditanggung dan tidak ditanggung masih mengacu pada aturan tersebut.

Untuk yang tidak ditanggung juga sebutnya masih jelas tertuang pada pasal 52 Perpres 82 tahun 2018 pelayanan yang tidak dijamin diantaranya pelayanan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan, pelayanan kesehatan yang dilakukan yang tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, pelayanan penyakit atau cidera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja atau menjadi tanggungan penjamin.

Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik,
Pelayanan meratakan gigi atau ortodonsi, gangguan kesehatan yang disebabkan menyakiti diri sendiri, alat dan kontrasepsi, pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, pelayanan kesehatan dalam rangka bantuan sosial, pelayanan kesehatan akibat tindak pidana.

Sementara itu, sebelumnya, terkait iuran juga belum ada kenaikan. Seperti yang disebutkan

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan iuran BPJS Kesehatan pada 2024 tidak ada kenaikan.

“Tidak mungkin iuran naik tahun ini 2024, sudah diarahkan oleh Presiden, sebelumnya sampai tahun 2024. [Iuran BPJS Kesehatan] tidak akan naik,” kata Ghufron kepada Bisnis, Senin (15/1).

Mengutip laman resmi BPJS Kesehatan, Senin (15/1/2024), iuran peserta BPJS Kesehatan terbagi menjadi tiga kelas.

Besaran iuran BPJS Kesehatan peserta mandiri sebagai berikut:

Kelas III
Iuran yang harus dibayar adalah Rp42.000 per bulan. Namun, per 1 Januari 2021, iuran peserta kelas III hanya Rp35.000 karena pemerintah memberikan bantuan iuran sebesar Rp7.000.

Kelas II
Peserta BPJS Kesehatan membayar iuran Rp100.000 per orang per bulan.(cbud)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement