Breaking News
Memuat breaking news...

Dampak Banjir Agara, Jalan Nasional Kutacane-Tiga Binanga Masih Terputus Total

Redaksi
Redaksi
Jumat, 15 April 2022 - 6.10 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

KUTACANE (Waspada): Hubungan darat lewat ruas jalan nasional Kutacane-Tiga Binanga, masih terputus total akibat ambruknya jembatan di Kute Lawe Beringin Gayo Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara (Agara) paska dihantam banjir bandang, Kamis (14/4) malam.

Dampaknya, mopen penumpang dan mobil pribadi yang datang dari arah Gayo Lues, Kutacane menuju Medan dan sebaliknya, terpaksa memutar arah dari Lawe Desky-Salim Pipit via Kecamatan Seberang menuju Kutacane dan via jalan elak dari Simpang Semadam menuju Lawe Serke dan Lawe Tua Kecamatan Lawe Sigalagala.

Sementara di Desa Kute Lesung dan Lawe Hijo, badan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Kute Lesung, Lawe Hijo, Pinding menuju Kunung, terlihat telah menjadi aliran sungai Lawe Kinga (Lawe Ketuban).

Akibatnya beberapa rumah warga dan fasilitas umum berubah menjadi aliran sungai yang arusnya telah berpindah dari lokasi sebelum terjadinya banjir. Bahkan di dua kecamatan bertetangga tersebut, ketinggian air tercatat setinggi pinggang orang dewasa.

Pantauan Waspada di lokasi banjir bandang, Jumat (15/4) petang, di Kute Lawe Beringin Gayo, sebagai salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir bandang, terlihat tumpukan batu besar dan kayu besar yang turun dari kawasan pegunungan Bukit Barisan.

Bahkan akibat jembatan tersumbat karena tak mampu menampung kayu dan material batu yang turun dari kawasan pegunungan menuju pemukiman penduduk, sehingga badan jalan dipenuhi batu dan kayu, rumah warga rusak berat dan jembatan di Lawe Beringin Gayo sebagai lintasan jalan nasional, terputus total dihantam batu besar dan kayu besar.

Di lokasi masih terlihat dua unit alat berat yang mengeruk dan meluruskan arus sungai Lawe Beringin, terutama di bagian hulu dan bagian hilir sungai yang dipenuhi batu besar dan kayu besar yang sangat menganggu arus sungai Lawe Beringin, yang beberapa tahun silam sempat meluluh lantakkan ratusan rumah warga di Kecamatan Semadam.

Selain petugas dari BPBD, PUPR dan TNI, terlihat warga juga ikut membantu membersihkan lokasi banjir di Desa Lawe Beringin Gayo, Pasar Puntung dan Kuning I dari lumpur tebal yang menutupi badan jalan, pemukiman penduduk serta rumah ibadah seperti Masjid.

Kalaksa BPBD Agara, Nazmi Desky kepada Waspada, Jumat (15/4) mengatakan, berdasarkan pendataan yang dilakukan pihak BPBD bekerjasama dengan berbagai pihak, akibat musibah banjir bandang dan banjir sungai, Kamis (14/4) malam, tercatat 37 rumah warga Lawe Beringin Gayo rusak berat dan hancur, 11 unit rusak sedang dan 33 rumah lainnya rusak ringan serta 1 Balai Pengajian anak hancur.

Selain itu, banjir juga menyebabkan puluhan rumah warga Lawe Mejile terendam lumpur, beberapa masjid terendam lumpur, saluran irigasi rusak dan jebol, 37 KK atau 148 jiwa warga Lawe Beringin Gayo mengungsi, ratusan hektar lahan pertanian warga rusak dan beberapa ratus meter jalan nasional rusak berat. (b16)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement