Breaking News
Memuat breaking news...

Dampak Kemarau Panjang, Puluhan Hektar Tanaman Padi Terancam Gagal Panen

Redaksi
Redaksi
Minggu, 28 Juli 2024 - 2.53 PM WIB
Dampak Kemarau Panjang, Puluhan Hektar Tanaman Padi Terancam Gagal Panen
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

IDI (Waspada): Akibat kekeringan berkepanjangan, puluhan hektar lahan padi terancam gagal panen di sejumlah desa dalam Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur. Bahkan sebagian desa mulai melepaskan hewan ternak ke sawah sebagai sumber pakannya.

Adapun desa-desa yang lahan persawahannya mulai mengering yakni Desa Seuneubok Teungoh, Alue Luddin Sa, Alue Luddin Dua, Gampong Baro, Dama Pulo Sa, Dama Pulo Dua, Blang Buket dan Buket Kulam, Matang Pineung, Bagok Panah dan Kumuneng, serta sejumlah desa lainnya.

“Seluruhnya sawah tadah hujan dan selama ini kami hanya mengandalkan air sungai. Tapi saat ini sungai juga sudah mengering, sehingga tanaman padi warga ini bakal gagal panen,” kata mantan Imum Mukim Pulo Baro, M Isa, kepada Waspada, Minggu (28/7).

Dia telah lama berharap pemerintah membangun waduk dan jaringan irigasi ke sejumlah disana, namun harapannya sejak menjabat sebagai imum mukim sampai masa jabatannya selesai tak kunjung dibangun. “Proyek Sayap Kanan yang sedang dibangun kita harap dapat dinikmati petani sawah di Darul Aman,” timpa M Isa.

Disaat proyek tersebut tidak sampai ke Darul Aman, maka pihaknya sangat berharap adanya sumur bor di sejumlah desa yang dibangun pemerintah, sehingga menjadi solusi petani gabah saat musim turun sawah. “Setahun petani dua kali turun ke sawah. Selama ini hanya mengandalkan air hujan. Tapi saat ini terjadi musim pengering, sehingga keberadaan sumur bor menjadi impian petani disini,” timpa M Isa.

Keuchik Gampong Seuneubok Teungoh, Tajul Ulum, dikonfirmasi terpisah membenarkan sawah dalam desanya mulai mengering. “Kekeringan telah terjadi sejak sebulan, bahkan saat ini kondisi padi yang telah selesai masa tanam mulai menguning. Hal ini akibat tidak cukup air dan hujan yang ditunggu-tunggu tak kunjung turun,” tandanya. (b11).

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement