Breaking News
Memuat breaking news...

Danrem Putra Aceh Bubarkan Aksi Sekelompok Pembawa Bendera GAM

Redaksi
Redaksi
Kamis, 25 Desember 2025 - 2.16 PM WIB
Danrem Putra Aceh Bubarkan Aksi Sekelompok Pembawa Bendera GAM
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Saat TNI bubarkan kelompok pembawa bendera GAM melakukan aksi di tengah jalan, seorang pria bawa senjata api pistol dan rencong diamankan

LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Pimpinan TNI Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran dengan tegas melarang dan membuarkan sekelompok pembawa bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Selaku putra Aceh, Danrem Ali Imran bersama anggotanya mendatangi sekelompok yang sedang melakukan aksi di jalan nasional lintas Banda Aceh – Medan, tepatnya, Simpang Kandang, Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Sambil memegang simbol GAM di sisi kanan jalan, kelompok ini meneriakkan "Merdeka". Terlihat kondisi arus lalu lintas sedikit macet, dan menganggu aktivitas pengguna jalan akibat terganggu aksi tersebut. Walaupun situasi sempat tegang, namun aksi tersebut berhasil dibubarkan.

Lucuti Bendera GAM

Di bawah kendali pimpinan Perwira TNI Kopassus Anak Aceh itu, spanduk maupun kain umbul-umbul serupa bekas bendera GAM tersebut dengan sukarela mereka berikan. Aksi sekelompok puluhan orang tersebut tak lama berhasil reda dan membubarkan diri.

Cara luar biasa dalam pembubaran aksi oleh TNI. Pasukan TNI yang dipimpin Danrem putra Aceh itu tidak melakukan kekerasan, tetapi dengan cara persuasif, bahkan masyarakat sekitar mendukung apa yang dilakukan Danrem bersama prajurit TNI dinilai sudah benar.

Diduga Provokator Bawa Senjata Api Pistol dan Pisau Rencong

Di tengah pembubaran aksi, TNI berhasil mengamankan seorang pria dari kelompok tersebut membawa tas yang ternyata berisikan sebuah senjata tajam dan senjata api pistol yang ditemukan di dalam tas.

Sebelum diamankan, seorang pria pemilik senjata mematikan itu, diduga sebagai provokator. Dia sempat mengiring anarkis kelompok tersebut dengan menerikan untuk melawan. Namun saat didekati prajurit TNI untuk menghentikan, pria tersebut berusaha menghindar Kabur.

Namun, seketika seorang warga setempat menahan pria tersebut hingga diamankan personel TNI. Saat diperiksa tas yang dikalungkan di dadanya, terdapat satu pucuk senjata api jenis pistol, dan senjata tajam pisau rencong. Pelaku beserta barang bukti senjata berbahaya itu langsung diserahkan oleh TNI kepada pihak kepolisian yang saat itu turut hadir di lokasi.

Masyarakat sebut kelompok tersebut bukan orang setempat.

Setelah kejadian sekitar satu jam, situasi kembali normal. Arus lalu lintas kendaraan berjalan normal. Namun Masyarakat setempat mengaku, bahwa kelompok tersebut bukan orang daerah setempat. Bahkan warga pun tidak begitu mengenali.

Seorang warga setempat, wanita paruh baya mengaku geram atas kejadian ini. “Saya tidak suka apa yang mereka buat. Di sini kita sedang dilanda bencana,” ungkapnya.(rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement