Breaking News
Memuat breaking news...

Dapodik LKP 2026 Benahi Data Kursus, Abdul Mu'ti: Supaya Program Tepat Sasaran

Redaksi
Redaksi
Minggu, 20 September 2026 - 3.18 PM WIB
Dapodik LKP 2026 Benahi Data Kursus, Abdul Mu'ti: Supaya Program Tepat Sasaran
Penyempurnaan Dapodik LKP 2026 guna meningkatkan pengelolaan pendidikan non formal.
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Sebuah upaya untuk memperbaiki tata kelola pendidikan non formal dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan menyempurkan Dapodik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) 2026.

Kemendikdasmen berharap penyempurnaan tersebut dapat mengurangi kesalahan pengisian, data ganda, dan anomali. Dengan demikian, Dapodik LPK dapat menjadi basis data yang lebih andal untuk perencanaan program, penyaluran bantuan, pemantauan, hingga pengambilan kebijakan di bidang kursus dan pelatihan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan, pembaruan sistem tersebut tidak sekadar menyangkut administrasi lembaga kursus. Data yang akurat diperlukan pemerintah sebagai dasar dalam menyusun kebijakan dan menentukan intervensi pendidikan.

“Peluncuran Dapodik menjadi bagian penting dari arah kebijakan kami di masa depan, agar data-data pendidikan itu semakin akurat, semakin valid, semakin up to date, dan terus kita upgrade sehingga menjadi dasar dalam kami mengambil kebijakan di berbagai bidang, khususnya yang berkaitan dengan kursus dan pelatihan,” ujar Abdul Mu’ti saat meluncurkan Dapodik LPK 2026 di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Menurut dia, pemutakhiran data diperlukan untuk memastikan keberadaan lembaga kursus, peserta didik, serta berbagai program pemerintah dapat tercatat secara lebih baik dan terintegrasi.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin menegaskan, kualitas data pada akhirnya berkaitan dengan kesempatan yang diterima peserta didik.

“Data bukan hanya angka. Data menentukan keputusan dan juga intervensi. Pada akhirnya data menentukan siapa yang mendapat kesempatan. Data yang akurat bukan hanya membuat administrasi lahir, tapi juga membuat program lebih tepat sasaran,” kata Tatang.

Ia mengatakan, peluncuran Dapodik LPK 2026 sekaligus diarahkan untuk membangun budaya baru dalam pengelolaan data pendidikan nonformal. Data tidak cukup hanya dikumpulkan, tetapi harus diperbarui secara berkala dan divalidasi bersama.

“Peluncuran Dapodik lembaga kursus hari ini bukan hanya peluncuran sistem, ini adalah upaya membangun budaya baru dalam tata kelola pendidikan nonformal. Kita ingin data diisi dengan benar, diperbarui secara berkala, divalidasi bersama, dan data digunakan untuk mengambil keputusan,” ujarnya.

Dalam pembaruan Dapodik LPK 2026, sejumlah aspek sistem disempurnakan, antara lain penyederhanaan variabel, penguatan validasi identitas peserta didik, serta perbaikan mekanisme penarikan dan sinkronisasi data.

Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh operator lembaga kursus. Adam, operator LKP Citra International Tourism Institute, Kota Bogor, mengatakan tampilan Dapodik 2026 lebih sederhana sehingga lebih mudah digunakan, terutama bagi pengguna baru.

“Perbedaan yang paling terasa menurut saya adalah dari sisi tampilan dan kemudahan penggunaannya. Tampilan Dapodik LKP 2026 terasa lebih sederhana dan lebih mudah dipahami, terutama bagi pengguna baru,” katanya.

Ia juga menilai fitur indikator data yang belum diperbarui membantu operator mengetahui bagian data yang masih harus diperbaiki sebelum sinkronisasi. Pengguna lainnya, Ayu dari LKP Amaya, Depok, mengatakan integrasi akses juga membuat proses pengisian data menjadi lebih praktis.

“Sekarang sangat mudah mengisi karena mudah mengakses semua fitur. Lebih memudahkan mengisi semua data yang perlu dilengkapi di satu akses website Dapodik,” ujarnya.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement