Breaking News
Memuat breaking news...

Dari Nostalgia ke Deklarasi: Hangatnya Halal Bihalal Beatlemania di Pamulang

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 2 Mei 2026 - 5.26 PM WIB
Dari Nostalgia ke Deklarasi: Hangatnya Halal Bihalal Beatlemania di Pamulang
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Suasana di Dago Eat Park, Vila Dago, Pamulang, Tangerang Selatan, terasa berbeda dari biasanya. Bukan sekadar hiruk pikuk pusat kuliner, melainkan dipenuhi gelombang nostalgia dari lagu-lagu The Beatles yang mengalun akrab di telinga lintas generasi.

Malam itu, Jumat (1/5/2026), rarusan orang yang tergabung dalam Indo Beatlemania Club (IBC) berkumpul pada Jumat (1/5/2026).

Mereka datang bukan hanya untuk bersilaturahmi dalam suasana Halal Bihalal, tetapi juga merayakan perjalanan panjang komunitas yang telah berusia 22 tahun.

Acara berlangsung sukses dan meriah dengan kehadiran perwakilan pengurus Beatlemania dari Bogor (BBS), Tangerang Selatan (BTS), hingga seluruh penjuru Beatlemania Jabodetabek. Tawa, pelukan hangat, dan obrolan ringan menjadi pembuka, memperlihatkan eratnya ikatan di antara para anggota yang datang dari berbagai wilayah.

Sebagian hadir dengan kaus bergambar wajah John, Paul, George, dan Ringo, seolah menegaskan bahwa kecintaan mereka tak lekang oleh waktu.

Ketika musik mulai dimainkan oleh IBC All Star, suasana pun berubah menjadi satu harmoni besar. Lagu demi lagu mengalir, dan tanpa aba-aba, para peserta larut dalam koor spontan. Tidak ada jarak antara panggung dan penonton, semuanya adalah Beatlemania.

“Suasana ramai namun hangat membuktikan bahwa semangat Beatlemania di Indonesia tetap solid dan terus berkembang,” ujar Presiden IBC periode 2025–2030, Guscoy, di sela kegiatan.

Momen istimewa hadir ketika Jelly Tobing naik ke panggung. Di usia 76 tahun, musisi legendaris itu masih memancarkan energi yang sama seperti puluhan tahun silam. Pukulan drumnya terdengar presisi saat membawakan “Tell Me Why” hingga medley “Golden Slumbers/Carry That Weight/The End”. Tepuk tangan panjang dan sorak kagum pun mengiringi penampilannya.

Makin malam, suasana makin menghangat dalam balutan kebersamaan. Sebuah kue ulang tahun dihadirkan, sebagai simbol perjalanan panjang IBC yang telah melampaui dua dekade.

Para pengurus dan anggota berkumpul, mengabadikan momen sederhana yang sarat makna: bertahan, tumbuh, dan tetap bersama.

"Malam ini di Pamulang, kenangan, persahabatan, dan nada-nada klasik kembali membuktikan, Beatlemania di Indonesia bukan sekadar nostalgia, melainkan cerita yang terus hidup," ujar Guscoy.

Namun, hari itu bukan sekadar perayaan. Ada jejak sejarah yang ditorehkan. Di hadapan seluruh anggota, Guscoy membacakan Deklarasi Hari Beatlemania Indonesia. Tanggal 27 April, hari lahirnya IBC pada 2004, resmi ditetapkan sebagai hari peringatan bagi para penggemar The Beatles di Tanah Air.

“Langkah ini diambil sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi para penggemar setia di Indonesia dalam melestarikan warisan musik The Beatles,” ucapnya.

Deklarasi itu disambut tepuk tangan, bukan sekadar sebagai seremoni, tetapi sebagai penegasan identitas sebuah komunitas yang telah melewati berbagai fase—dari masa aktif, jeda panjang, hingga bangkit kembali setelah pandemi.

Sejak berdiri pada 27 April 2004, IBC menjadi ruang bertemu bagi para penggemar untuk menjaga semangat kebersamaan.

Kepemimpinan pun silih berganti, mulai dari Herman Jambak (2004-2006), Guscoy (2006-2010), Nancy Tobing (2010-2016) hingga kembali ke tangan Guscoy setelah komunitas ini sempat vakum beberapa tahun (2017-2024).

"Di tengah perubahan zaman, satu hal tetap sama: musik yang menyatukan," pungkas Guscoy. (id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement