Breaking News
Memuat breaking news...

Datok Syariful Alam, Pemimpin yang Peduli Jeritan Warganya

Redaksi
Redaksi
Minggu, 18 Oktober 2026 - 4.18 PM WIB
Datok Syariful Alam, Pemimpin yang Peduli Jeritan Warganya
Datok Syariful Alam saat menyerahkan kunci rumah warganya yang telah selesai diperbaiki setelah sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon saat angin puting beliung. (Waspada.id/ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

“Syariful Alam, Datok Kampung Kesehatan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, dikenal sebagai sosok pemimpin yang cukup peduli terhadap jeritan warganya”

Tidak hanya memberikan dukungan moril dan pelayanan gratis kepada warga Kampung Kesehatan yang membutuhkan bantuan dalam pengurusan administrasi, berbagai bentuk kegiatan sosial lainnya juga tidak luput dari perhatian Syariful Alam, yang akrab disapa Tok Ful, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan warganya. Terlebih, upaya menciptakan Kampung Kesehatan yang bebas dari pengaruh narkotika yang meresahkan generasi bangsa.

Salah satu kisah yang mungkin tidak semua orang dapat melakukannya adalah ketika Tok Ful, dengan penuh rasa prihatin, menyerahkan kunci rumah kepada salah seorang warganya. Sebelumnya, rumah tersebut mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon saat angin puting beliung melanda.

Kisah ini mungkin belum lepas dari ingatan kita semua, khususnya warga Kampung Kesehatan, ketika salah seorang warganya mengalami musibah angin puting beliung yang merobohkan rumah tempat mereka bernaung.

Datok Syariful Alam, Pemimpin yang Peduli Jeritan Warganya

Sebelumnya, Sumiati, yang kini telah almarhumah dan merupakan pemilik rumah tersebut, di hadapan Datok Syariful Alam (Tok Ful) sambil menangis menceritakan ketakutan yang dialami keluarganya. Tepat sehari setelah musibah angin puting beliung terjadi, ia memohon kepada Tok Ful karena rumah itu merupakan satu-satunya tempat berlindung bagi anak dan cucunya.

Sehari kemudian, sosok pemimpin yang sangat peduli itu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penanganan cepat. Dalam hitungan jam, anggota BPBD Aceh Tamiang turun langsung ke lapangan untuk membersihkan batang pohon yang menimpa rumah dan lahan agar tenda sementara dapat didirikan.

Selanjutnya, Tok Ful berupaya mencari solusi untuk menata kembali rumah yang telah hancur tersebut agar bisa ditempati kembali.

"Mengingat Aceh Tamiang saat ini terus melakukan upaya perbaikan rumah pascabanjir bandang, rumah tersebut merupakan salah satu yang sudah masuk dalam pendataan kategori rusak sedang. Namun, sampai saat ini, pembangunan rumah bantuan dari BNPB tersebut belum terlaksana," kata Datok Syariful Alam dalam keterangannya, Minggu (18/10/2026).

Namun, upaya ini merupakan niat untuk memanusiakan manusia. Tok Ful mengambil keputusan dan langkah cepat karena jeritan dan tangisan warganya terus terngiang di telinganya setiap kali melewati rumah itu.

"Karena tanpa tekad dan keikhlasan, rumah itu tidak mungkin bisa dibangun," ucapnya sambil tersenyum.

Seiring berjalannya waktu, pada awal Oktober 2026, Datok Ful mendatangkan tukang bangunan untuk menghitung kebutuhan material dan upah. Setelah kesepakatan dicapai, Tok Ful, yang juga merupakan mantan jurnalis, mengumpulkan material agar rumah tersebut segera berdiri dan bisa kembali dihuni keluarga almarhumah Sumiati.

"Alhamdulillah, hari ini, Minggu, 18 Oktober 2026, semua isak tangis yang pernah saya dengar dan kesusahan yang pernah saya lihat berganti dengan tetesan air mata haru," sebut Tok Ful.

Ia mengemukakan bahwa di balik tetesan air mata itu, terbayang sosok almarhumah Sumiati yang saat itu berharap kepadanya. Harapan tersebut kini telah terwujud, meskipun beliau sudah tidak bersama kita lagi.

Datok Ful berpesan kepada keluarga yang menempati rumah tersebut agar merawatnya dengan baik.

"Ini Datok bangun dengan uang sendiri karena Datok ingin melihat warganya hidup layak di rumah yang sederhana ini. Terkait masalah dana rehabilitasi dari pemerintah, nanti kita bicarakan lebih lanjut karena kita membutuhkan percepatan tindakan," demikian pesan Tok Ful. (Yusri/WASPADA.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement