Breaking News
Memuat breaking news...

Demi Aceh Lebih Baik, Mualem Dan HRD Bersatu

Redaksi
Redaksi
Selasa, 13 Agustus 2024 - 3.32 PM WIB
Demi Aceh Lebih Baik, Mualem Dan HRD Bersatu
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2024, khususnya di Aceh, telah muncul beberapa bakal calon (Bacalon) kepala daerah bupati, wali kota dan gubernur.

Hal itu terlihat dari sejumlah baliho beberapa Bacalon Gubernur Aceh yang diusung partai nasional maupun partai lokal yang terpampang hampir di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh.

Namun teka-teki siapa saja Bacalon Gubernur Aceh pada pilkada tahun ini kini semakin mengerucut. Sebelumnya Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB), H Ruslan M Daud S.E., M.A.P atau akrab disapa HRD komit maju untuk Aceh 1.

Namun, informasi terbaru menyebutkan H Muzakir Manaf (Mualem) yang juga Bacalon Gubernur Aceh kini bersatu dalam satu kubu dengan HRD. Sehingga, bisa dipastikan salah satu dari mereka tidak jadi (urung) mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh periode 2024-2029. Atau bisa jadi keduanya menjadi pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Aceh periode lima tahun ke depan.

Beredar foto di media sosial Mualem dan HRD yang mensyaratkan bahwa mereka kini memang bersatu. Mualem sebagai Ketua DPP Partai Aceh dan HRD, politisi terbaik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh ini, foto bersama dengan Ketum DPP PKB, Gus Abdul Muhaimin Iskandar dan Ketua Partai Gerindra Aceh, Fadhlullah (Dek Fad), di Kantor DPP PKB di Jakarta, Jumat (9/8/) malam.

Anggota DPR RI, Komisi V, H Ruslan M Daud, yang dihubungi Waspada, Senin (12/8/) membenarkan bahwa foto tersebut memang foto dirinya dan Mualem bersama Gus Muhaimin dan Dek Fad beserta tim di Jakarta. “Alhamdulillah kita bisa bersilaturrahmi di Jakarta,” ujar HRD.

Tokoh penggerak pembangunan Aceh ini mengatakan, dia dan Mualem memiliki hubungan emosional dan ideologis yang sangat baik dari dulu hingga sekarang.

Keduanya juga sama-sama mantan kombatan GAM dan sama-sama ingin membangun Aceh ke arah yang lebih baik, berkeadilan dan berkelanjutan serta saling melengkapi.

Mereka tidak ingin ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan Aceh. "Jika kita saling sikut-menyikut, dikhawatirkan ada pihak ketiga yang ingin memanfaatkan situasi Aceh menjelang Pilkada ini. Padahal pesta demokrasi hanya sesaat.

Jangan ada yang memprovokasi atau mengadu domba masyarakat Aceh, kalau bisa kita saling merangkul untuk apa saling memukul, jika bisa saling mengajak untuk apa kita saling menginjak, kalau bisa kita saling menerima kenapa harus saling menolak, mari sama-sama kita merangkul dan bersatu demi untuk Aceh yang lebih baik ke depan," demikian Anggota DPR RI, Komisi V, H Ruslan M Daud, tanpa merinci kompensasi politis apa yang akan ia peroleh dari pihak Mualem jika mengurungkan niatnya untuk maju pada Pilkada Aceh tahun ini. (czan)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement