Breaking News
Memuat breaking news...

Deputi Bidang Administrasi Setjen DPR RI: Mahasiswa Boleh Kritis, Namun Harus Konstruktif

Redaksi
Redaksi
Selasa, 5 November 2024 - 4.44 PM WIB
Deputi Bidang Administrasi Setjen DPR RI: Mahasiswa Boleh Kritis, Namun Harus Konstruktif
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI, Sumariyandono, berpesan kepada para mahasiswa peserta program Magang Di Rumah Rakyat (MDRR) untuk menjadi diri sendiri.

Ia menyebutkan, boleh bersikap kritis, tapi konstruktif juga. Karena hal tersebut menjadi salah satu bukti dukungan dan rasa sayang terhadap DPR RI.

“Saya berharap para mahasiswa tetap menjadi diri sendiri. Itu penting, karena kalau menjadi orang lain pasti akan ada conflict of interest (konflik kepentingan)
di dalam hati. Kalau mau kritis, kritis lah secara konstruktif. Tapi kalau misalnya mau memberikan dukungan, berikan langsung secara penuh. Karena sejatinya semua itu sebagai wujud dukungan dan rasa sayang kepada DPR RI,” ujar Dono, begitu Sumariyandono biasa disapa, usai pemaparan kuliah umum MDRR Batch 2 di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (5/11/2024).

Lebih lanjut Dono melihat ada keinginan yang besar dari para mahasiswa yang notabene sebagai generasi penerus bangsa untuk memajukan DPR RI, serta bangsa ini. Hal tersebut terlihat dari antusiasme mahasiswa untuk mengetahui lebih jauh tugas dan fungsi DPR RI. Termasuk keingintahuan tentang isu-isu terkini yang beredar di masyarakat.

“Saya lihat semuanya penuh antusias mengikuti diskusi dalam kuliah umum ini. Itu terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan. Baik terkait fungsi dan tugas DPR RI, Setjen DPR RI sebagai supporting system. Maupun tentang perkembangan yang terjadi di DPR, termasuk berbagai isu yang ada. Itu semua menurut saya sebagai wujud keinginan mereka untuk memajukan DPR,” tambahnya.

Dono berharap para mahasiswa yang merupakan perwakilan dari berbagai universitas yang tersebar di seluruh Indonesia ini, bisa menjadi agent of change (agen perubahan), yang nantinya bisa menularkan atau memberikan informasi yang benar terkait proses-proses kerja yang ada di DPR. Seperti bagaimana DPR menjalankan fungsi legislatif, fungsi pengawasan, maupun fungsi anggaran. Hingga kemudian ketika kelak mereka kembali ke kampus, ke rumah atau ke daerahnya masing-masing, bisa menyampaikan semua itu ke teman-teman, keluarga bahkan masyarakat sekitarnya. (J05)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement