Breaking News
Memuat breaking news...

Destanul Aulia: Kesehatan Masyarakat Faktor Penting Bagi Percepatan Pembangunan

Redaksi
Redaksi
Senin, 3 Oktober 2022 - 6.08 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada): Kesehatan Masyarakat merupakan faktor penting bagi percepatan pembangunan di suatu daerah khususnya Sumatera Utara. Untuk itu kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian penting. Hal itu dikatakan Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Pengurus Daerah Sumatera Utara (Sumut), Destanul Aulia, SKM. MBA. MEc. PhD di sela-sela kegiatan Refleksi Kepengurusan IAKMI Pengda Sumut pada Sabtu (1/10) di Putra Mulia Hotel.

Untuk itu pulala, IAKMI berada digaris terdepan untuk mewujudkan kesehatan masyarakat dengan melakukan berbagai kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat.

"Dengan banyaknya kegiatan kita ini kita berharap bisa menciptakan image kepada masyarakat tentang kegiatan- kesehatan masyarakat. Sehingga dalam refleksi kita ini ada beberapa hal penting, yaitu bahwa kesehatan masyarakat faktor paling penting bagi percepatan pembangunan dan Covid-19 itu menjadikan momentum untuk kita memberikan perhatian yang besar terhadap aspek kesehatan masyarakat," tegas Destanul Aulia.

Ia bahkan menyebutkan jika aspek kesehatan saat ini tidak memenuhi strategi tumbuh dan kembang dan bertahan, ini akan menyebabkan gangguan terhadap percepatan pembangunan karena kesehatan masyarakat itu memberi penekanan kepada aspek sumber daya manusia. Sehingga image kegiatan yang sudah dibuat oleh IAKMI Pengda Sumut ini juga bisa menjadikan role model terhadap Pengcab-pengcab yang lainnya.

"Kerjasama bersama stakeholder ini menjadi hal penting untuk dikedepankan. Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan masyarakat itu harus bersama -sama dengan pemangku kepentingan," paparnya.

IAKMI katanya bisa di barisan terdepan untuk merangkul semua aspek itu. Bahkan ia mengatakan kedepan banyak masalah-masalah yang juga bisa dipelajari dan diselesaikan dengan mengikuti model- model Covid-19 ini. Yaitu model kebersamaannya.

"Jadi ke depan kita menghadapi stunting, penyakit menular dan tidak menular yang sebenarnya penekanannya adalah pada kesehatan masyarakat yang ditularkan dengan pencegahan dan bisa diatasi dengan cara kebersamaan," tuturnya.

Pada kesempatan itu ia juga menyinggung untuk mencapai kesehatan masyarakat, pemerintah harus melaksanakan amanat Undang-Undang yaitu 10 persen APBD itu harus ke sektor kesehatan dan sebagian itu harus dikucurkan ke promotif dan preventif.

"Kami melihat bahwa masih banyak Kabupaten kota yang belum mengamalkan yang 10 persen ke sektor kesehatan. Ini menyalahi peraturan karena pada hakikatnya ini sudah diatur jadi kita mengharapkan janganlah dianggarkan lebih banyak untuk kuratif," tegasnya.

Sementara itu, Kegiatan refleksi kepengurusan IAKMI Pengcab Sumut itu dihadiri 8 Pengcab IAKMI, yaitu Pengcab Tebing Tinggi, Batubara, Simalungun, Padangsidimpuan, Paluta, Asahan, Medan dan Pengcab Tapsel.

Kegiatan ini merupakan refleksi tentang kegiatan-kegiatan IAKMI yang sudah dilakukan menjelang tahun ke 2. Kemudian pada kegiatan ini IAKMI menyampaikan Kegiatan-Kegiatan yang sudah dilakukan. (cbud)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement