Breaking News
Memuat breaking news...

Di Balik Meja Penguji JPT Aceh Utara: Menanti Sang Inovator demi Misi Aceh Utara Bangkit

Redaksi
Redaksi
Rabu, 7 Oktober 2026 - 5.02 PM WIB
Di Balik Meja Penguji JPT Aceh Utara: Menanti Sang Inovator demi Misi Aceh Utara Bangkit
Zulkifli, salah seorang peserta JPT, sedang mempertanggungjawabkan isi makalahnya di hadapan para penguji di Op Room Kantor Bupati Aceh Utara, Rabu (7/10/2026) siang. (Waspada.id/Maimun Asnawi)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

"Birokrasi bukan sekadar mengisi kursi yang kosong, melainkan menaruh gagasan terbaik di tempat yang tepat. Lewat inovasi dan kepemimpinan definitif, kita jemput momentum menuju Aceh Utara Bangkit." — Wakil Ketua Sekretariat Pansel, Ilyas, S.Sos.

Suasana di luar ruang pengujian terasa begitu pekat oleh ketegangan. Wajah-wajah tegang para Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik Kabupaten Aceh Utara tampak kontras dengan riuhnya diskusi kecil di sudut-sudut lorong lantai III Kantor Bupati Aceh Utara. Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama tahun 2026 bukan sekadar ujian karier biasa bagi mereka. Ini adalah panggung pembuktian ide, tempat di mana visi besar diuji layaknya mempertahankan sebuah tesis ilmiah di hadapan para penguji kawakan.

Rabu (7/10/2026) menjadi babak penentu. Rangkaian maraton seleksi yang melelahkan selama tiga hari penuh—sejak Senin (5/10)—akhirnya mencapai puncaknya. Wawancara akhir, penilaian makalah, dan rekam jejak rampung digelar untuk menyaring siapa yang paling layak menakhodai kursi-kursi birokrasi yang lowong.

Di meja-meja kopi setelah ujian usai, tawa renyah mulai pecah mencairkan kecemasan yang sempat membeku. Beragam cerita unik mengalir di antara sesama peserta. Ada yang menyesal karena mendadak lupa memberikan salam penghormatan akibat grogi, ada yang meratapi kekeliruan kecil saat menjawab pasal undang-undang, hingga rupa-rupa kelupaan spontan lainnya. Namun, bagi para abdi negara ini, penyesalan itu sudah tertinggal di dalam ruangan. Semua performa terbaik telah mereka tumpahkan demi merebut hati Panitia Seleksi (Pansel).

Bukan tanpa alasan seleksi kali ini terasa begitu krusial dan menguras energi. Saat ini, ada 12 jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang masih pincang karena hanya diisi oleh Pejabat Pelaksana Tugas (Plt). Kursi-kursi panas tersebut meliputi Asisten Administrasi Umum, Kepala Bapenda, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Direktur RSUD Cut Meutia, Kepala DLHK, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kepala Dinas Perhubungan, serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Mewakili Ketua Panitia Pansel, Saifuddin, S.STP., M.S.P., Wakil Ketua Sekretariat Pansel, Ilyas, Rabu (7/10/2026) siang menegaskan bahwa kekosongan pejabat definitif ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

"Ada kebijakan-kebijakan strategis dan mendasar yang secara aturan tidak boleh diambil oleh seorang Plt. Oleh karena itu, pengisian jabatan definitif melalui hasil JPT ini harus disegerakan," ungkapnya.

Wakil Ketua Pansel, Ilyas, S.Sos. Waspada.id/Maimun Asnawi

Jika pada tahap uji kompetensi sebelumnya Pansel berfokus mengukur kemampuan manajerial, maka tes wawancara akhir ini membongkar kompetensi teknis secara mendalam. Pansel ingin melihat secara gamblang inovasi konkret dan solusi nyata apa yang ditawarkan oleh para kandidat untuk membenahi sengkarut permasalahan di dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mereka incar.

Pansel melihat seluruh peserta tampil memukau dengan kapasitas yang mumpuni. Namun, kompetisi tetaplah kompetisi. Pansel yang dikomandoi oleh Dayan Albar, S.Sos., M.A.P., selaku Ketua (Sekretaris Daerah Aceh Utara), bersama unsur akademisi dan profesional, memiliki tugas berat untuk menyaring dan merekomendasikan tiga nama dengan nilai tertinggi di setiap posisi.

Langkah berikutnya setelah pengolahan nilai adalah menunggu Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Setelah dokumen rekomendasi tersebut turun, hasil akhir akan diumumkan secara resmi sebelum akhirnya diserahkan kepada Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayahwa, untuk menetapkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Targetnya tidak main-main: seluruh tahapan administratif harus rampung dalam bulan Oktober ini, sehingga proses pelantikan pejabat baru sudah bisa dilaksanakan pada akhir Oktober 2026.

Kata Ilyas, daerah telah menginvestasikan anggaran dan waktu yang tidak sedikit demi melahirkan pemimpin birokrasi yang adaptif. Harapan besar kini bertumpu pada pundak siapa pun yang nantinya terpilih agar langsung tancap gas dan bekerja dengan performa maksimal. Kursi-kursi definitif baru ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan visi-misi kepala daerah menuju cita-cita bersama: Aceh Utara Bangkit.

Daftar 32 Kandidat dan Jabatan Pilihan dalam Seleksi JPT Pratama Aceh Utara 2026:

Muhammad Saleh, S.H. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Pertanahan/Asisten Administrasi Umum); Mansur, S.E. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan/Kepala Pelaksana BPBD); Sapriadi IA, S.T. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman/Kepala Dinas Pertanian dan Pangan); Abdurrahman, S.K.M. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Kesehatan).

Selanjutnya, Fauzi Saputra, S.IP. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja); Fatwa Maulana, S.Sos., M.Si. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Perhubungan/Kepala Dinas Pertanahan); Mulyadi, S.Kep., M.Kes. (Formasi Pilihan: Kepala Pelaksana BPBD/Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan); Mahsuri, S.T. (Formasi Pilihan: Kepala Badan Pendapatan Daerah/Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan).

Berikutnya, Muhammad Taufieq, S.E., M.S.E. (Formasi Pilihan: Kepala Badan Pendapatan Daerah/Kepala Dinas Perhubungan); Armia, S.Ag. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Pendidikan Dayah); M. Yunus, S.H.I. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Pendidikan Dayah/Kepala Dinas Pertanahan); Mirza Gunawan, S.T., M.A.P., CPSp., CCMS. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Pertanian dan Pangan/Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman).

Selanjutnya, Samsul Bahri, S.K.M., M.K.M. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan); Nurzahri, S.K.M., M.K.M. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Kesehatan/Direktur RSUD Cut Meutia); Ners. Mahzar, S.Kep., M.M. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Kesehatan/Kepala Pelaksana BPBD); Samsul Rizal, S.T., M.Si. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja/Kepala Badan Pendapatan Daerah).

Berikutnya, Nawafil Mahyudha, S.STP., M.M. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Pertanahan/Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja); M. Dahlan, S.Sos., M.S.M. (Formasi Pilihan: Kepala Badan Pendapatan Daerah); Imran, S.K.M., M.Kes. (Formasi Pilihan: Direktur RSUD Cut Meutia); Safaruddin, S.T., M.T. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman/Kepala Dinas Pertanahan).

Heri Maulana, S.IP., M.S.M. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Pendidikan Dayah/Kepala Dinas Perhubungan); Joni, S.H. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja/Kepala Pelaksana BPBD); Hamdani, S.Ag., M.Sos. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan/Kepala Dinas Pendidikan Dayah); Cut Zullinda, A.P., S.Sos., M.Si. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja/Asisten Administrasi Umum).

Zulkifli, S.Si., M.Kes. (Formasi Pilihan: Direktur RSUD Cut Meutia); Hanifza Putra, S.STP., M.Si. (Formasi Pilihan: Kepala Badan Pendapatan Daerah/Kepala Pelaksana BPBD); Doni Prabudi, S.STP., M.Si. (Formasi Pilihan: Asisten Administrasi Umum/Kepala Dinas Perhubungan); Baharuddin, S.P., M.S.M. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Pertanian dan Pangan).

Siti Aisah BR Ginting, S.P. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Pertanian dan Pangan/Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman); Faisal Mulyawan, S.P. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Pertanian dan Pangan/Kepala Dinas Perhubungan); Ismalinda Pase, S.P., M.P. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Pertanian dan Pangan); dan Zulfikar Z, S.Pd., M.T. (Formasi Pilihan: Kepala Dinas Perhubungan).

Komposisi Lengkap Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama Aceh Utara 2026

Tiga puluh dua calon kepala dinas yang ikut JPT Pratama Tahun 2026 Aceh Utara ini diuji oleh Ketua Pansel, Dayan Albar, S.Sos., M.A.P.; Prof. Dr. Jamaluddin, M.Hum. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh); dan Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng. (Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe).

Ir. Lilis Indriansyah, M.P. (Mantan Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Aceh Utara); drg. Nurhaida, MPH, CMC., FISQua. (Mantan Direktur RSUD Cut Meutia Aceh Utara); Dr. Husnan (Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh, SDM, dan Hubungan Kerja Sama); dan A. Haris, S.Sos., M.Si. (Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe). (Maimun Asnawi, S.H.I., M.Kom.I/WASPADA.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement