Breaking News
Memuat breaking news...

Di Humbahas, Prevalensi Stunting Bertahap Menurun

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 9 Desember 2023 - 12.09 PM WIB
Di Humbahas, Prevalensi Stunting Bertahap Menurun
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

DOLOKSANGGUL (Waspada): Data prevalensi stunting di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) bertahap menurun dalam tiga bulan terakhir. Oktober 2023 data prevalensi sunting sebesar 7, 71 persen. Sebelumnya, Agustus 2023 sebesar 8, 59 persen dan September 2023 sebesar 8, 05 persen.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Humbahas, Oloan Paniaran Nababan pada pertemuan Publikasi Data Stunting Kab Humbahas di Aula Hutamas, Kompleks Perkantoran Tano Tubu, Doloksanggul, Jumat (8/12) mengatakan bahwa data prevalensi stunting di daerah itu perlahan menurun. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras dan kerjasama semua pihak untuk menekan angka stunting.

"Setelah dilakukan pencocokan/sinkronisasi berdasarkan data bersumber dari aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) dimana angka prevalensi stunting pengukuran agustus 2023 sebesar 8,59%, september 2023 sebesar 8,05 dan Oktober 2023 sebesar 7,71 persen," jelasnya.

Dikatakan, bahwa pada tahun 2022 sampai saat ini, telah banyak dilakukan aksi percepatan untuk menurunkan angka stunting di daerah itu dengan melibatkan OPD, Puskesmas dan stakeholder lainnya. Hasilnya signifikan dan berhasil melampaui target Nasional tahun 2024 sebesar 14 %.

Kata Oloan, bahwa kegiatan atau aksi yang telah dilakukan untuk penurunan stunting adalah, pemberian makanan tambahan (PMT) susu kepada balita; PMT Susu bagi ibu hamil; PMT bagi ibu hamil dan Balita sumber pangan lokal; pendampingan keluarga beresiko stunting; pelaksanaan dapur/ dapur sehat atasi stunting; pelaksanaan audit oleh tim pakar; rakor TPPS Kabupaten, Kecamatan dan Desa serta Pelaksanaan Bapak Asus Anak Sunting (BASS).

"Sunting bukanlah penyakit namun stunting sangat berbahaya karena tidak bisa terkoreksi/ disembuhkan untuk dilakukan perbaikan bila anak sudah 5 tahun, akan tetapi sunting dapat dicegah," tandasnya. (cas)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement