Breaking News
Memuat breaking news...

Di Palas, Ratusan Hektar Lahan Sawah Rusak Akibat Bencana Banjir

Redaksi
Redaksi
Senin, 1 Januari 2024 - 2.43 PM WIB
Di Palas, Ratusan Hektar Lahan Sawah Rusak Akibat Bencana Banjir
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

PADANG LAWAS (Waspada); Di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) ratusan hektar lahan sawah rusak terkena.dampak bencana banjir, bahkan diperkirakan lebih 300 hektar sawah terancam gagal panen.

Menurut informasi yang dihimpun Waspada di lapangan, Senin (1/1), seperti kata kepala BPBD kabupaten Padang Lawas melalui sekretaris, Irsan Soleh Lubis dan Kabid Penanggulangan dan rehabilitas, Salfator Sitorus, ST bahwa di kecamatan Huristak terdapat 700 hektar lahan sawah rusak akibat banjir.

Hal senada juga disampaikan Falah Al Fitri bahwa bencana banjir yang melanda daerah kabupaten Padang Lawas telah merusak ratusan hektar lahan Sawah. Termasuk di kecamatan Huristak lebih 500 hektar, puluhan hektar Barumun Tengah, Barumun Barat dan Barumun Baru juga kecamatan Barumun.

Ratusan hektar lahan sawah di wilayah kecamatan Huristak terancam gagal.panen akibat terkena dampak bencana banjir.(Waspada/Idaham Butar Butar/B)

Dan diperkirakan sedikitnya 300 hektar lahan sawah yang tergenang dan terseret arus sungai akibat banjir itu diperkirakan lebih 500.hektar.

Bagaimanapun masih perlu dilakukan pendataan ulang untuk memastikan berapa sebenarnya luasan sawah yang terdampak banjir.

Ketua Kelompok kontak tani nelayan andalan (KTNA) kecamatan Huristak, Riswan Pohan sat dihubungi waspada mengatakan dari 700 an hektar lahan sawah yang tergenang banjir itu diperkirakan sedikitnya 50 persen terancam gagal panen.

Kata Riswan, selaku ketua kelompok tani sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah atas musibah bencana banjir yang telah merugikan para petani. (a30/B)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement