Breaking News
Memuat breaking news...

Di Penjara Bawah Tanah, Israel Siksa Secara Brutal Dokter Gaza

Redaksi
Redaksi
Rabu, 16 Juli 2025 - 7.00 AM WIB
Di Penjara Bawah Tanah, Israel Siksa Secara Brutal Dokter Gaza
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada): Militer Israel menyiksa secara brutal dokter di Jalur Gaza Palestina sekaligus Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, Hossam Abu Sufiya.

Penyiksaan itu diungkap ke publik oleh Ramy Abdu. Dia menggambarkan situasi Abu Sufiya berdasarkan keterangan dari pengacaranya.

Saat ini pengacara Abu Sufiya turut ditangkap dan dipenjara Israel. Namun, dia sempat menulis surat.

"Pengacara dr. Hossam Abu Safiya yang saat ini dipenjara Israel, menulis: dr. Hossam Abu Safiya saat ini tak baik-baik saja," ungkap Abdu di X pada Senin (14/7).

"Pada 24 Juni 2025, dia dipukuli dengan keji. Kamarnya digerebek secara khusus. Dia dipukul secara brutal di bagian dada dan mengalami luka parah di bagian wajah, kepala, punggung, dan leher," imbuh dia.

Pemukulan terhadap Abu Sufiya berlangsung sekitar 30 menit. Setelah disiksa, dia meminta perawatan medis, tes hingga pemeriksaan jantung. Namun, otoritas Israel menolak permintaan itu.

Belakangan ini, Abu Sufiya juga mengalami masalah detak jantung. Kacamata yang baru dikirim pun dirusak pasukan Israel.

Lebih lanjut, surat tersebut menerangkan saat kondisi Abu Sufiya mengenaskan. Berat badannya turun puluhan kilo dari 100 kg jadi 60 kg.

Abu Sufiya juga ditempatkan di sel bawah tanah dengan pakaian musim tanpa mendapat makanan yang layak.

"[Dia] mengalami kelaparan, penyiksaan, kurungan isolasi, dan kekurangan total, terkubur di bawah tanah, tanpa paparan sinar matahari," ujar Abdu.

Pasukan Israel menangkap Abu Sufya pada Desember 2024, setahun setelah agresi diluncurkan.

Selama agresi, selain menggempur habis-habisan, pasukan Israel menangkap secara membabi buta terhadap warga di Gaza. Mereka lalu dijebloskan ke penjara tanpa proses hukum dan perlakuan yang layak.(cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement