Breaking News
Memuat breaking news...

Diduga Pengedar Narkoba Diusir Dari Kampung

Redaksi
Redaksi
Senin, 2 Januari 2023 - 1.53 PM WIB
Diduga Pengedar Narkoba Diusir Dari Kampung
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

KUTACANE (Waspada): Warga Desa Perapat Hulu, Kecamatan Babussalam Aceh Tenggara mengusir salah seorang inisial Y yang berdomisili di jalan pintu masuk pajak hewan yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu tanpa melakukan tindakan anarkis.

Demikian Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Bramanti Agus Suyono SH, melalui Kapolsek Babussalam, Iptu Budi Trapsilo SH kepada Waspada melalui selulernya, Senin (2/1). "Saya sangat mengapresiasi kepada Kades Perapat Hulu dan pemuda warga Perapat Hulu yang sudah berani mendatangi rumah warga diduga bandar sabu di pintu masuk pajak hewan tadi malam.

Alhamdulillah, dalam tindakan warga tersebut tidak timbul perilaku anarkis, walaupun si pemilik rumah agak ngeyel merasa tidak senang, tetapi masyarakat dapat mendengarkan himbauan saya dibantu personel Koramil 04 Babussalam. Akhirnya si terduga pelaku bandar narkoba tidak bisa berkutik akibat kelitannya dipatahkan.

Namun sebelumnya dia berusaha berkelit, tetapi beberapa korbannya yang tertangkap/gila sudah ditestimoni dan mendapatkan barang haram dari Y, sehingga akhirnya dia menyerah dan berusaha pindah rumah untuk tidak tinggal di situ lagi," ujar Kapolsek.

Kapolsek berharap kepada seluruh Kades di Kecamatan Babussalam dapat berbuat sama terhadap terduga peracun generasi muda. "Tetapi ingat jangan anarkis. Sekali lagi selamat pak Kades Perapat Hulu dan warga Perapat Hulu. Salam semangat dan salam satu perjuangan dalam menyelamatkan generasi muda," sebut Kapolsek. (cseh)

Teks foto: Pelaku diduga pengedar narkoba diusir dari Kampung. Waspada/Ist

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement