Breaking News
Memuat breaking news...

Diimingi Kerja Di Dumai, 5 Orang Remaja Hamparanperak Hingga Kini Tak Ada Kabar

Redaksi
Redaksi
Selasa, 7 November 2023 - 9.40 PM WIB
Diimingi Kerja Di Dumai, 5 Orang Remaja Hamparanperak Hingga Kini Tak Ada Kabar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

HAMPARANPERAK (Waspada): Lima orang remaja warga Jl. Pulau Agas, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang, hingga kini tidak ada kabar setelah dibawa seorang wanita yang tidak dikenal dijanjikan untuk bekerja ke Dumai, Provinsi Riau, Selasa (7/11).

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kelima remaja itu bernama M Yopi Septiawan ,20, Ardian Syaputra ,17, Iwan Kurniawan ,25, Akbar, dan M Julpan Syah. Mereka pergi dari rumah secara diam-diam diimingi bekerja untuk menanam pohon di Kota Dumai.

Kemudian, Minggu (5/11) mereka dijemput di Kampung Agas dengan mobil dan tidak diketahui siapa saja yang berada didalam mobil. Mereka pergi tanpa izin dan sepengetahuan terlebih dahulu kepada orangtuanya.
Beti, orangtua dari M Yopi menuturkan bahwa putranya itu pernah mengatakan bahwa dirinya mau pergi kerja di Dumai, mau cari rezeki di kota minyak tersebut.

"Anakku sebelum berangkat memang ada bilang, mak aku pergi ke Dumai sama kawan juga, kami kerja sana cari rezeki, tapi saya kira itu hanya bercanda, ternyata sorenya udah pergi," ucap Beti.

Senada dengan hal itu Nur Aini orangtua Ardian Syaputra menyampaikan, anaknya pergi tanpa berpamitan kepadanya.

"Dia pergi tiba-tiba tapi ada saya lihat bawa baju sama celana, enggak ngomong mau kemana, anak saya juga ninggalin handphone, sampai sekarang enggak ada kabar dia dimana," ungkap Nur Aini.

Keesokan harinya Senin (6/11) pukul 12.00 WIB, salah satu remaja tersebut menghubungi keluarganya mengatakan mereka sekarang berada di kapal feri terus akan diturunkan naik kapal boat bersama seorang wanita yang diperkirakan berusia 40 tahunan, sambil memvideokan wanita itu.

"Waktu telponan Akbar ngomong meraka mau jual dipekerjakan jadi budak tanpa gaji, setelah itu telpon mati dan sampai sekarang tidak ada kabarnya," tambahnya

Para orangtua kelima remaja rencananya Rabu (8/11) akan melaporkan kejadian ini ke Polres Pelabuhan Belawan karena khawatir dengan keadaan mereka.

"Kami berharap anak-anak kami segera pulang dan bagi yang mengetahui keberadaannya harap hubungi kami," harap Nur Aini yang diamini oleh para orangtua lainnya.(m27)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement