Breaking News
Memuat breaking news...

Dilepas Wali Kota Medan, Roadshow Bus KPK "Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi" Lanjutkan Perjalanan Ke Provinsi Aceh

Redaksi
Redaksi
Minggu, 29 Oktober 2023 - 8.27 PM WIB
W
Waspada
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Medan (Waspada): Wali Kota Medan, Bobby Nasution diwakili Inspektur Kota Medan, Sulaiman Harahap bersama dengan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief melepas keberangkatan Roadshow Bus KPK "Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi" untuk melanjutkan perjalanan ke Provinsi Aceh, Minggu (29/10) di jalan Balai Kota.

Pelepasan bus KPK ini bersamaan dengan digelarnya kegiatan Car Free Day (CFD) yang dimeriahkan dengan senam Hajar Serangan Fajar.

Inspektur Kota Medan, Sulaiman Harahap mengaku mendukung penuh dengan adanya program Roadshow Bus KPK "Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi" yang telah satu minggu berada di Provinsi Sumut. Menurut Sulaiman, program ini sangat baik dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya korupsi khususnya dalam tindakan politik uang.

"Dengan adanya program ini diharapkan masyarakat semakin sadar bahaya dari politik uang dalam memilih calon pemimpin mendatang,"kata Sulaiman.

Disamping itu Sulaiman juga menghimbau kepada ASN dilingkungan Pemko Medan untuk tetap bersikap netral menjelang pemilu yang akan digelar tahun depan.

"Sesuai dengan praturan yang ada jelas disebutkan ASN harus bersikap netral, karenanya ASN Pemko Medan dihimbau untuk tetap netralitas dalam rangka menghadapi pemilu tahun depan,"himbau Sulaiman.

Sementara itu Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief menyebutkan perjalanan Roadshow Bus KPK "Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi" akan menuju ke Provinsi Aceh sebagai tujuan provinsi terakhir yang akan dikunjungi.

"Aceh akan menjadi Provinsi terakhir dalam program ini. Sama seperti di Sumut, kita juga akan melakukan pembekalan anti korupsi kepada masyarakat secara menyenangkan dan menjadi bukti bersama bahwa pencegahan korupsi itu harus dilakukan bersama antara KPK, Pemda dan yang terpenting adalah partisipasi dari masyarakat,"jelas Amir Arief. (Rel)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement